<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items/browse?collection=3&amp;output=omeka-xml&amp;page=4" accessDate="2026-10-21T11:25:02+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>4</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>388</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1264" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5014">
                <text>HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN&#13;
DEPRESI PASIEN KUSTA DI WILAYAH KERJA&#13;
PUSKESMAS TEGUHAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5015">
                <text>Penyakit kusta menimbulkan masalah yang sangat kompleks dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, psikologis, budaya, keamanan dan ketahanan. Depresi pada pasien kusta yaitu pasien kusta mendapat hinaan secara fisik oleh masyarakat, pasien kusta merasa bahwa dirinya aneh bagi masyarakat, dan adanya stigma yang negatif dari masyarakat keluarga mempunyai peran penting dalam proses pengobatan dan memberikan dorongan baik dari segi fisik maupun segi psikologis untuk pasien. Desain penelitian ini adalah Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan simple random sampling. Populasinya semua penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Teguhan berjumlah 55 orang,dan samplenya berjumlah 48 orang. Variabel independent adalah peran keluarga dan dependent depresi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner peran keluarga dan depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) II.U ji statistik menggunakan rank spearman. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga dengan peran positif ( 77%) dan depresi pada pasien kusta adalah ringan sejumlah 26 responden (54,1%).Uji rank spearman menunjukkan bahwa nilai diperoleh angka signifikan atau nilai probabilitas (0,000) jauh lebih rendah standart signifikan dari 0,05 atau (p &amp;lt; a), maka data Ho ditolak tidak ada hubungan dan H1 diterima yang berarti ada hubungan peran keluarga dengan depresi pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Teguhan. Bentuk peran keluarga terhadap pasien kusta adalah memberikan dorongan baik dari segi fisik maupun segi psikologis untuk pasien yang mengalami tekanan dan dukungan keluarga akan meningkatkan kesejahteraan psikologis karena adanya perhatian dan pengertian yang akan menimbulkan perasaan memiliki, meningkatkan harga diri serta memiliki perasaan positif mengenai diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : peran keluarga,depresi,pasien kusta</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5016">
                <text>ERLI MONALISA PERMATA&#13;
NIM : 220811005&#13;
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5017">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5018">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1263" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5009">
                <text>HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5010">
                <text>Stroke adalah suatu kondisi karena adanya gangguan peredaran darah pada otak yang menyebabkan kematian jaringan otak serta seseorang mengalami kelumpuhan atau kematian. Sebuah tinjauan menemukan bahwa intervensi self- management efektif untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik Quota sampling 28 responden yang merupakan pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, pasien yang memiliki self management kurang berjumlah 24 orang (82,8%). Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup kurang dengan jumlah 25 orang (86,2%). Pasien yang memiliki self management kurang baik dengan kualitas hidup kurang baik sebanyak 24 orang (100%). hasil analisis data pada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke menggunakan uji spearman diperoleh nilai p- value 0,000 &amp;lt; 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa self management mempengaruhi kualitas hidup pasien pasca stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Self Management, Kualitas Hidup</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5011">
                <text>TRI ANAYANTI&#13;
NIM : 220811016&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5012">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5013">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1262" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5004">
                <text>HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5005">
                <text>Diare adalah salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian dengan perilaku hidup bersih dan sehat cerminan pola hidup keluarga yang memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga,semua perilaku kesehatan yang di lakukan melalui kesadaran sehingga anggota keluarga dapat mendorong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Sine. Desain penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan kuota sampling populasinya semua ibu yang memiliki balita sejumlah 80 orang dan samplenya sejumlah 80 orang . Variabel independent Perilaku hidup bersih dan sehat, dan dependent kejadian diare. Instrumenpenelitian menggunakan lembar kuesioner PHBS dan diare dengan uji statistik menggunakan Kendall Tau. Hasil menunjukkan bahwa PHBS yang baik sebanyak 48 keluarga (60%) kurang sebanyak 10 keluarga (12,5%) yang tidak terjadi diare sebanyak 44 (55%) dan terjadi diare sebanyak 36 keluarga (45%) Uji Kendall Tau menunjukkan bahwa nilai signifikansi p = 0,005 &amp;lt; a (0,05), sehingga H0 ditolak. Kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dalam pencegahan diare.Kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan setelah buang air besar,setelah membersihkan tinja,sebelum makan atau memberi makan anak dan sebelum menyiapkan makanan seperti botol susu, cara menyimpan makanan serta tempat keluarga membuang tinja anak, jamban sehat menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat dan tidak berbau sehingga tidak mengundang lalat atau serangga dapat menjadi penularan penyakit diare. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat,kejadian diare</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5006">
                <text>RUBI AUNUR RAFI&#13;
NIM : 220811014&#13;
PRODI S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5007">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5008">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1261" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4999">
                <text>PENGARUH PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MILITUS BERBASIS TEORI CARING DI PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN NGAWI TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5000">
                <text>Prevalinsi Penyakit Diabetes Millitus terus meningkat, dimana pasien memiliki risiko tinggi hingga kematian apabila penanganannya kurang optimal. Pemerintah mencanangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang ditujukan pada pasien dengan kasus DM untuk mengatasi kondisinya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh PROLANIS terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien DM berbasis teori caring di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest- posttest). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, rekam medis, dan glucocek easy touch. Penelitian dilakukan tanggal 1-05 Agustus 2023. Hasil yang didapatkan hampir seluruhnya responden (92%) mengalami penurunan gula darah puasa dan sebagian kecil responden (8%) tidak mengalami penurunan gula darah puasa setelah mengikuti prolanis. Analisa data dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasil nilai ρ value = 0,001, dengan nilai ρ value &amp;lt; α (0,05), Terdapat pengaruh signifikan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Millitus teori caring di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi Tahun 2023. Untuk itu penderita diabetes Millitus disarankan untuk mengikuti kegiatan PROLANIS dengan tujuan agar status kesehatan pasien diabetes millitus dapat terpantau dengan baik, memiliki pola hidup dan pola makan yang lebih terarah yang mana membutuhkan komitmen keberhasilan pengendalian kadar gula darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Caring, Penurunan Gula Darah Puasa , PROLANIS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5001">
                <text>ANJAR HARIYANTO&#13;
NIM : 220811023&#13;
PROGRAM ALIH JENJANG S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5002">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANSTIKES PEMKAB JOMBANG </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5003">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1260" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4994">
                <text>HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4995">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi sering terjadi karena beberapa orang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadi faktor penghambat dalam keberhasilan pengobatan diantaranya tidak minum obat secara teratur, lelah minum obat, menghentikan pengobatan sendiri karena gejala tekanan darah tinggi tidak ada atau merasa lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik Quota Sampling dengan 74 responden yang merupakan pasien di Puskesmas Sine, uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji spearman rank. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepatuhan minum obat dan variabel dependennya adalah tekanan darah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pasien yang memiliki kepatuhan minum obat kategori rendah berjumlah 60 orang (58,8%), sebagian besar pasien memiliki tekanan darah kategori normal dengan jumlah 5 orang (6,8%). Dari hasil analisis data pada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah dengan menggunakan uji spearman diperoleh nilai p- value 0,02&amp;lt; 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sine. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kepatuhan dalam minum obat mempengaruhi seseorang dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4996">
                <text>ERNA TRI ISTANTI&#13;
NIM : 220811006&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4997">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4998">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1259" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4989">
                <text>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4990">
                <text>Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik difus atau lokal. Penyakit gastritis terjadi pada orang–orang yang memiliki pola makan yang tidak teratur dan memakan makanan yang merangsang produksi asam lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sample 70 responden yang merupakan pasien di Puskesmas Sine, uji statistik yang digunakan adalah uji spearman rank. Variabel dalam penelitian ini variabel independen dan dependen. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, 58 responden (96,66%) mempunyai pola makan tidak sehat dengan gastritis dan 2 responden (3,33%) mempunyai pola makan tidak sehat dengan tidak gastritis. Kemudian terdapat 10 responden (100%) mempunyai pola makan sehat tidak mengalami gastritis. Dari analisis menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat berkemungkinan mengakibatkan gastritis. Hasil dari uji korelasi spearman dengan p- value 0,000 &amp;gt; 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis di Puskesmas Sine. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam meningkatkan pengetahuan tentang menjaga pola makan yang sehat agar dapat mencegah kejadian gastritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pola makan, Kejadian Gastritis</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4991">
                <text>PUPITA ERYANI&#13;
NIM : 220811022&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4992">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4993">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1258" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4984">
                <text>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SMK N 1 KARANGANYAR NGAWI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4985">
                <text>Remaja sering melakukan diet yang ketat, mengurangi asupan makanan dengan melewatkan makan pagi, dan menahan rasa lapar. Ini dilakukan agar remaja tetap memiliki tubuh langsing, dan takut untuk menjadi gemuk. Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 memberikan gambaran beberapa masalah gizi pada kelompok remaja. Kelompok remaja berusia 13-18 tahun dilaporkan memiliki prevalensi pendek sebesar 52.6%, prevalensi kurus sebesar 16.8% dan di sisi lain, terdapat peningkatan masalah kegemukan dibandingkan tahun 2013 sehingga prevalensinya menjadi 29.5%. Studi lain juga mengungkapkan terdapat 97.5% remaja yang belum mencukupi konsumsi energi harian sesuai AKG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMK N 1 Karanganyar. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan teknik startified cluster random sampling 64 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola makan dan variabel dependen adalah status gzi. Berdasarkan hasil analisa data sebagaimana tertera pada tabel 4.6, menunjukkan bahwa siswi yang memiliki pola makan baik memiliki prosentase 95% dengan status gizi normal sejumlah 39 orang dan 0.4% memiliki status gizi normal abdengan jumlah 2 siswi. Disamping itu siswi yang memiliki pola makan tidak baik berstatus status gizi abnormal berjumlah 13 siswi dengan prosentase 56% dan yang memiliki status gizi normal sebesar 10 siswi dengan prosentase 43% Dari hasil uji statistik dengan menggunakan analisa pearson diketahui nilai perason correlation sebesar 0.585 dengan signifikasinya sebesar 0.000 dimanan nilai korelasinya &amp;lt; 0.05. Dapat disimpulkan bahwa variabel pola makan memiliki hubungan korelasi dengan variabel status gizi. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam mengatur pola makan remaja putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pola Makan, Status Gizi, Remaja</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4986">
                <text>TURI ANDAYANI&#13;
NIM 220811017&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4987">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4988">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1256" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4974">
                <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKEMAS PARON, JAWA TIMUR TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4975">
                <text>Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam menentukan kepatuhan pengobatan. Sejumlah orang yang potensial memberikan dukungan tersebut disebut sebagai significant other, misalnya sebagai seorang istri significant other nya adalah suami, anak, orang tua, mertua, dan saudara-saudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di Puskesmas Paron, Jawa Timur tahun 2023 menggunakan Total Sampling populasinya pasien hipertensi dengan tingkat depresi pada pasien Hipertensi di Puskesmas Paron berjumlah 40 orang. Variabel independent dukungan keluarga dan dependen tingkat depresi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan tingkat depresi dan uji statistik menggunakan Uji Chi Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 46-59 tahun 67,5%, responden petani 50%, responden berpendidikan SD sampai SMA 95%, 87,5% responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik, 47,5% mendapatkan pengobatan selama 0-3 bulan, bahwa 70,0% menunjukkan tingkat depresi ringan. Uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai signifikansi p = 0,000 &amp;lt; a (0,05), sehingga H0 ditolak. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam tingkat depresi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di Puskesmas Paron, Jawa Timur tahun 2023.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Hipertensi,Tingkat Depresi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4976">
                <text>INDRAS DWI ASTUTI&#13;
NIM : 220811008&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA SI KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4977">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4978">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1251" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4949">
                <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA TB PARU DENGAN KEPATUHAN PASIEN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS GEMARANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4950">
                <text>Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pengobatan pasien TB Paru membutuhkan waktu 6-9 bulan. Dalam pengobatan Tuberkulosis Paru pasien harus teratur dalam minum obat, bila pasien tidak patuh dalam minum obat akan mengakibatkan kekebalan terhadap obat anti tuberkulosis atau disebut multi drug resisten (TB MDR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga penderita TB paru dengan kepatuhan pasien minum obat anti tuberkulosis di Puskesmas Gemarang. Metode penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Gemarang. Penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yang mana semua populasi menjadi sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden. Variabel independent dalam penelitian ini dukungan keluarga penderita TB Paru dan variabel dependentnya kepatuhan pasien dalam minum OAT. Uji statistik menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga penderita TB Paru sebagian besar baik sejumlah 29 responden (93,6%) dan sebagian besar responden patuh dalam minum OAT yaitu 27 responden (87,1%), serta hasil uji Kendall Tau yaitu p value 0,000 ≤ ɑ 0,05 sehingga Ho ditolak dan Hi diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga penderita TB Paru dengan kepatuhan minum OAT di Puskesmas Gemarang. Sedangkan nilai r = 0,766 yang menunjukkan hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum OAT memiliki hubungan yang kuat. Dukungan keluarga memiliki peranan yang penting dalam memotivasi anggota keluarganya yang sedang menjalani pengobatan TB paru. Kepatuhan dalam pengobatan akan meningkat ketika pasien mendapatkan dukungan dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis Paru</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4951">
                <text>KARLINA DWI SUSIANI&#13;
NIM: 220811009&#13;
PRODI S1 KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4952">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4953">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1250" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4944">
                <text>PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DIPOSYANDU LANSIA PILANG DESA KAWU KEC KEDUNNGALAR KAB NGAWI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4945">
                <text>Hipertensi kini terus menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat sejalan perilaku gaya hidup kurang baik Tingginya angka penderita hipertensi dapat dicegah dari awal, salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Penatalakanaan hipertensi ini diperlukan pengetahuan dalam proses penyembuhannya, serta dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan one group pre-post test design, Variabel bebas penelitian ini adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Variabel terikat penelitian ini adalah tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Posyandu lansia Pilang Desa Kawu, Kec. Kedunggalar Kab. Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hampir setengah responden atau sebanyak 52 % responden dengan tingkat pengetahuan awal kategori kurang, setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori Baik 65,2%. Simpulan penelitian adalah ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah dilaksanakan Pendidikan kesehatan tentang hipertensi, dan dengan arah perbedaan negatif yang berarti tingkat pengetahuan sebelum intervensi (pretest) lebih rendah daripada tingkat pengetahuan setelah intervensi (posttest). Pengetahuan pasien hipertensi di Dusun Pilang Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Lansia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4946">
                <text>LISA AGUS SETIYANA&#13;
NIM : 220811010&#13;
PRODI S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4947">
                <text> SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4948">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
