<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=16" accessDate="2026-10-28T05:35:00+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>16</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1199" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4692">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI DENGAN PEMBERIAN TEMPE KUKUS DI DESA PLEMAHAN SUMOBITO JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4693">
                <text>Pendahuluan : Dewasa ini masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi salah satunya yaitu Tuberculosis Paru terutama di negara negara berkembang. Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi atau penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan Mycobacterium Tuberculosis. Tuberculosis paru juga merupakan penyakit infeksi dan kurangnya makan tambahan pada umumnya mempunyai hubungan dengan penyimpangan pertumbuhan dan gizi seseorang.Nutrisi yang kurang bisa menjadi faktor predisposisi TB Paru dan begitupun sebaliknya TB Paru juga mengakibatkan malnutrisi, seperti penurunan nafsu makan, perubahan pola makan. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada TB Paru dengan masalah keperawatan defisit nutrisi. Metode : Asuhan keperawatan ini menggunakan metode studi kasus yaitu meliputi, pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode uji keabsahan menggunakan triangulasi data yang diperoleh dari dokumen , hasil wawancara, serta hasil observasi. Asuhan Keperawatan ini dilakukan di Desa Plemahan Sumobito Jombang selama 1 minggu dengan 3 kali kunjungan pada tanggal 20 Maret sampai 22 Maret 2023 dengan kriteria subjek 1 keluarga dengan TB Paru dengan masalah keperawatan defisit nutrisi. Hasil : Hasil dari asuhan keperawatan ini didapatkan pada keluarga dengan TB Paru dengan defisit nutrisi menunjukkan bahwa teratasi sebagian. Kesimpulan : Masalah dapat terasi sebagian karena keluarga mampu memahami tentang diet TKTP tetapi belum mampu mempertahankan pola makan yang adekuat, serta penyiapan menu sehari diet TKTP yang bervariasi. Sebaiknya keluarga dapat menyiapkan menu sehari diet TKTP yang bervariasi dan adekuat dengan memberikan makanan yang bernutrisi sesuai dengan anjuran diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Tuberkulosis Paru, Defisit Nutrisi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4694">
                <text>RICHA DWIYANA ANDRIANI, S.Kep&#13;
221404046&#13;
PROGRAM STUDI PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4695">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4696">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1198" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4687">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA SALAH SATU ANGGOTA&#13;
KELUAGA MENGALAMI GIZI KURANG PADA ANAK&#13;
DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4688">
                <text>Anak-anak lebih mudah mengalami kekurangan gizi. Apabila tidak segera diatasi kekurangan gizi dapat mempengaruhi keseharian dan kecerdasan anak. Peran keluarga sangat diperlukan dalam memenuhi kebutuhan gizi yang cukup pada anak. Pemberian asuhan keperawatan melalui pendidikan kesehatan tentang asuhan gizi anak penting diberikan kepada keluarga guna mengatasi masalah kurang gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga dengan gizi kurang pada anak. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan dalam 6 kali kunjungan selama 2 minggupada tanggal 14 -19 April 2023. pada 2 keluarga dengan anak yang menderita gizi kurang di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah WOD ( Wawancara, Observasi, Dokumentasi. Sebelum dilakukan asuhan keperawatan kedua keluarga kurang menunjukan minat untuk hidup sehat dan tidak mampu menerapkan pola makan sehat bergizi untuk anak. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, terjadi perubahan perilaku dalam mengatasi masalah anak dengan kurang gizi dibuktikan dengan keluarga mampu menjelaskan masalah kesehatan yang dialami anaknya, keluarga tidak dapat mengatasi masalah kesehatan anggota keluarga dengan tepat,keluarga mampu menghindari faktor terjadinya gizi kurang. Masalah defisit nutrisi pada kedua keluarga teratasi sebagian. Diharapkan keluarga senantiasa menjaga dan meningkatkan kesehatan juga dapat terus mendukung dan memotivasi anggota keluarga yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Anak Gizi Kurang, Asuhan Keperawatan Keluarga , Defisit Nutrisi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4689">
                <text>LISA LATIFATUR ROSIDAH&#13;
NIM : 202202022&#13;
PRODI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4690">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4691">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1197" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4682">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN MASALAH KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4683">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat merupakan kegagalan pasien baik yang disengaja maupun tidak disengaja, dalam menggunakan obat sebagaimana diresepkan. Walaupun obat-obatan hipertensi yang efektif sudah banyak tersedia namun kepatuhan minum obat pada pasien dengan hipertensi belum adekuat. Data hasil Riskesdas 2018, penderita hipertensi di Indonesia yang patuh minum obat sebesar 53,74%, tidak rutin minum obat sebesar 32.27%, dan sisanya 13,33% tidak pernah minum obat. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan rendahnya pendidikan dan kurang motivasi dari penderita hipertensi untuk melakukan pengobatan. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini adalah melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga menderita Hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada 2 keluarga yang salah satu anggota keluarga menderita Hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang tanggal 14-25 April 2023. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi pada pasien, keluarga, petugas kesehatan. Selanjutnya dibandingkan dengan teori dan dituangkan dalam opini pembahasan. Penyajian data dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil masalah ketidakpatuhan minum obat berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit teratasi yang dibuktikan dengan kedua keluarga sudah melakukan regimen pengobatan sesuai dengan yang diberikan dan ditemukan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien Ny. L 160/80mmHg menjadi 140/90 mmHg, Ny. S 150/80mmHg menjadi 140/100mmHg. Saran diharapkan klien mempertahankan kepatuhan minum obatannya dan agar tekanan darah setabil dengan menerapkan perilaku CERIA (Cek tekanan darah secara rutin, Enyahkan stress, Rutin minum obat sesuai anjuran, Imbangi dengan olahraga, Asupan makanan rendah garam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Hipertensi, Ketidakpatuhan Minum Obat, Asuhan Keperawatan Keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4684">
                <text>TIKA MAULIDA AGUSTIN&#13;
202202014&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4685">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4686">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1196" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4677">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI FISIOTERAPI DADA DI RUANG MELATI RSUD dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4678">
                <text>Produksi sekret yang meningkat bila tidak diimbangi dilakukan pengeluaran sekret secara mandiri dapat mengganggu keefektifan jalan napas. Anak yang mengalami masalah bersihan jalan nafas tidak efektif rata - rata disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang menyebabkan gangguan pertukaran gas local. Hal yang dapat mempengaruhi pengeluaran sputum yang efektif yaitu dilakukannya fisioterapi dada. Fisioterapi dada dapat membantu untuk mengatasi sputum yang susah keluar karena pasien yang tidak dapat melakukannya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah melakukan fisioterapi dada dan berkolaborasi dengan terapi nebulizer pada anak dengan pneumonia yang terdapat masalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus, penelitian melalui wawancara pasien, keluarga dan melihat perkembangan dari rekam medis serta melakukan intervensi fisioterapi dada berupa teknik postural drainage, clapping dan vibrasi dada yang dilakukan penelitian tanggal 14 – 16 November 2022. Hasil dari penelitian ini adalah partisipan berjumlah 1 pasien, dengan jenis kelamin laki - laki, usia 9 tahun dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Setelah dilakukan implementasi hari terakhir peneliti mendapatkan hasil yaitu SPO2: 99%%, RR: 30 x/menit, pasien dapat melakukan batuk efektif, pasien bisa batuk, ronchi berkurang, dan sputum ada yang keluar sebanyak ±3 ml dan diletakkan dipot sputum. Berdasarkan analisis yaitu fisioterapi dada ini sangat efektif dalam pengeluaran sputum dengan adanya pengeluaran sputum frekuensi nafas menurun dan saturasi oksigen meningkat. Setelah dilakukan fisioterapi dada dan berkolabarasi dengan menggunakan nebulizer dapat disimpulkan bahwa intervensi tersebut efektif untuk anak dengan pneumonia yang mengalami masalah bersihan jalan nafas tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Pneumonia, Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif, Fisioterapi Dada</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4679">
                <text>NADIA RIZKY NUR AINI, S.Kep&#13;
221404025&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4680">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4681">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1195" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4672">
                <text>PENERAPAN SENAM HIPERTENSI PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN MASALAH MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4673">
                <text>Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab kematian, hipertensi semakin tahun semakin meningkat hal ini di karenakan salah satunya adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Penanganan hipertensi salah satunya dengan perilaku hidup sehat dan dukungan keluarga salah satunya dengan senam hipertensi yang mampu menurunkan tekanan darah dan komplikasinya Tujuan : Melakukan Asuhan Keperawatan pada Hipertensi dengan pemberian senam hipertensi untuk mengatasi manajemen kesehatan keluarga tidak efektif Metode : penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada keluarga dengan salah satu anggota menderita hipertensi dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, uji keabsahan dengan uji trianggulasi pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan, analisis secara deskriptif analitik dan penyajian data dalam bentuk review kasus. Hasil : Masalah manajemen kesehatan keluarga teratasi sebagian di tandai dengan keluarga mampu menjelaskan masalah kesehatan yang dialami oleh anggota keluarganya, klien tidak dapat melakukan aktivitas yang telah dianjurkan, dank lien mengatakan sulit melakukan aktivitas yang telah dianjurkan. Analisa : Penerapan senam Hipertensi dapat menurunkan tekanan darah yang merupakan salah satu pelaksanaan manajemen kesehatan tidak efektif pada penderita hipertensi. Saran: Penerapan senam hipertensi dapat dilakukan di rumah secara mandiri untuk dapat menurunkan tekanan darah dan anggota keluarga dapat melakukannya sewaktu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Senam Hipertensi, Menejemen kesehatan keluarga tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4674">
                <text>ARY ISWANTORO, S.Kep&#13;
221404002&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4675">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4676">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1194" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4667">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN CVA INFARK MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DENGAN INTERVENSI MANAJEMEN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4668">
                <text>CVA Infark terjadi dikarenakan benda asing yang berada pada pembuluh darah seperti udara sehingga dapat menimbulkan oklusi atau penyumbatan pada pembuluh darah otak apabila terjadi penyumbatan pembuluh darah akan menyebabkan penurunan kapasitas adaptif intrakranial berakibat tekanan darah meningkat, tekanan nadi melebar, tingkat kesadaran menurun, respon pupil melambat, sehingga diperlukan intervensi manajemen tekanan intrakranial. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pasien dengan intervensi manajemen tekanan intrakranial pada resiko perfusi serebral tidak efektif dengan diagnosa medis Cva Infark diruang unir stroke rsud dr.soedono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan pendekatan asuhan keperawatan pengumpulan data yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan dengan tri angulasi data pada pasien, keluarga, petugas kesehatan hasil masalah resiko perfusi serebral tidak menjadi actual. Pemberian intervensi manajemen tekanan intrakranial mempunyai pengaruh terhadap menurunkan tekanan intrakranial. Intervensi manajemen tekanan intrakranial efektif dalam menurunkan TIK pada pasien CVA Infark dengan masalah resiko perfusi serebral tidak efektif. Saran manajemen tekanan intrakranial dapat terus dilakukan sebagai tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial pada pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Perfusi Serebral Tidak Efektif, Peningkatan TIK.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4669">
                <text>DENDY VIRGIANTO&#13;
NIM : 221404006&#13;
PRODI PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4670">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4671">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1193" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4662">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF PADA ANGGOTA KELUARGA MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4663">
                <text>Manajeman kesehatan keluarga tidak efektif merupakan ketidaktepatan keluarga memberikan penanganan pada anggota keluarga yang sakit yang memperparah hipertensi sehingga tidak teratasi. Kasus hipertensi menurut Dinkes Kab. Jombang sejumlah 383.171 orang. Salah satu penyebabnya adalah manajeman kesehatan keluarga tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga pada anggota keluarga dengan masalah keperawatan manajeman kesehatan keluarga tidak efektif pada hipertensi dengan memberikan edukasi dan penerapan teknik cerdik. Metode yang digunakan metode studi kasus meliputi pengumpulan data (wawancara, observasi, dokumentasi), uji keabsahan dilakukan untuk menguji kualitas data selain kreadibilitas peneliti dan dilakukan dengan memperpanjang waktu pengamatan, penelitian, tindakan dan menggali informasi ke anggota keluarga yang sakit, keluarga, tenaga kesehatan. Analisa untuk menyatakan kebenaran dan membandingkan dengan teori, selanjutnya menuangkan menjadi opini pembahasan, penyajian dengan bentuk narasi dan tabel, memberi inisial pada identitas partisipan. Pada 2 keluarga yang menderita hipertensi dengan manajeman kesehatan keluarga tidak efektif tanggal 14-25 april 2023 selama 2 minggu. Hasil pada asuhan keperawatan adalah keluarga yang mengalami masalah keperawatan manajeman kesehatan keluarga tidak efektif telah teratasi sebagian dibuktikan dengan keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, keluarga mampu merawat yang sakit, dan perubahan mengatur pola makan serta dihasilkan penurunan tekanan darah dari keluarga 1 hasil pemeriksaan 170/100mmHg menjadi 160/100mmHg serta keluarga 2 dari 160/100mmHg menjadi 150/90mmHg. Masalah keperawatan manajeman kesehatan keluarga tidak efektif dapat teratasi dianjurkan mengatur pola makan, melakukan senam anti hipertensi dan perawatan hipertensi dengan ini meningkatkan manajeman kesehatan keluarga serta tetap melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan jika gejala memberat agar manajeman kesehatan keluarga bisa efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: asuhan keperawatan, hipertensi, manajeman kesehatan keluarga tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4664">
                <text>YEVI OKTAVIONI&#13;
202202016&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4665">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4666">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1192" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4657">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI DESA PUTON KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4658">
                <text>Isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana individu mengalami penurunan dalam berinteraksi atau bahkan tidak mampu mengalami interaksi terhadap orang di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga yang menderita isolasi sosial. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus berupa pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Puton Kabupaten Jombang selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Subjek studi kasus ini adalah 2 orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu pada salah satu anggota keluarga yang menderita skizofrenia dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari asuhan keperawatan ini adalah masalah isolasi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit pada keluarga 1 hasil yang dicapai sampai SP 3 yaitu keluarga mengatakan Ny.Y mau diajak bersosialisasi di rumah tetangga (belanja ke warung), dan Ny.Y mau berbincangbincang dengan 2 orang sedangkan keluarga 2 sudah tercapai sampai SP 4. Keluarga mengatakan Ny.D mau diajak mengikuti arisan keluarga dan Ny.D sudah mengetahui pentingnya sosialisasi di lingkungan sekitar . Perbedaan hasil antara keluarga 1 dan 2 disebabkan karena pada keluaga 1 faktor usia anggota keluarga yang merawat Tn.S sudah berumur 65 tahun, pendidikan terakhir SD, ekonomi yang kurang mencukupi dan kurangnya dukungan pada Ny.Y karena Tn.S sibuk bekerja. Pada Keluarga 2 lebih cepat teratasi karena faktor usia anggota keluarga Tn.A masih 40 tahun, pendidikan terakhir SMP, dan adanya dukungan keluarga karena Tn.A lebih sering di rumah. Masalah isolasi sosial teratasi sebagian dengan mempertahankan intervensi. Untuk memperoleh hasil yang maksimal diharapkan keluarga untuk lebih sabar dalam merawat anggota keluarga yang mengalami isolasi sosial, sering mengajak klien berbincang-bincang, memberi aktivitas pada klien dalam kegiatan rumah tangga yang melibatkan orang lain, dan mengajak klien untuk mengikuti kegiatan bersosialisasi yang ada di masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: isolasi sosial, skizofrenia, strategi pelaksanaan keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4659">
                <text>AYU NIKMATUL SA’DIYAH&#13;
202202005&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4660">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4661">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1191" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="744">
        <src>https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/files/original/12b178becb19085f1427d4e2bca7eaeb.pdf</src>
        <authentication>87327802e5c79d11edbf4a84b6726b9a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="4">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="4">
                  <text>Pengabdian Masyarakat</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4652">
                <text>Sekolah Perempuan Perdesaan : Desa Klithih Kec. Plandaan Kab. Jombang</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4653">
                <text>Program Penguatan Kapasitas ORMAWA  :  HIMASADA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4654">
                <text>R. Roro Retno Ayu Ericha Kurniawati&#13;
Chintya Ayu Lestari &#13;
Cindy Elisa Lukita &#13;
Muwallidatul Maulidiyah&#13;
Rizkyah Wulan Septyaningrum&#13;
Tazkia Farah Feralfi Ali &#13;
Sevita Febiola&#13;
Dwi Wahyu Septiani &#13;
Eka Sulastri Ningsih &#13;
Dea Aristasari &#13;
Tri Wulan Ayu Ferdiana&#13;
Tri Sasmita Wilujeng &#13;
Silvi Citra Indah Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4655">
                <text>Stikes Pemkab Jombang</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4656">
                <text>2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1190" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="743">
        <src>https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/files/original/3ce5b23f0139119ca8ebf5e8d5be5a46.pdf</src>
        <authentication>65091e0d3ffee4464a695e4a263a0038</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="4">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="4">
                  <text>Pengabdian Masyarakat</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4647">
                <text>PEMBINAAN KELOMPOK PEREMPUAN BUDIDAYA TOGA UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN KELUARGA DI DUSUN TERPENCIL RAPAH OMBO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4648">
                <text>Latar Belakang: Dusun Rapah Ombo merupakan salah satu dusun tertinggal yang berada pada Desa Klitih di Kabupaten Jombang. Sulitnya akses menuju Dusun Rapah Ombo menjadi penyebab utama ketertinggalan yang terjadi pada dusun tersebut. Salah satu akibat dari hal ini yakni tidak adanya fasilitas kesehatan. Sedangkan Indonesia sudah memanfaatkan alam untuk keberlanjutan hidup sejak jaman dulu. Salah satu halnya adalah memanfaatkan tanaman yang digunakan sebagai obat guna menyembuhkan berbagai penyakit . Tujuan: Meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan warga Desa Klitih, Dusun Rapah Ombo, Jombang. Metode: Ceramah, demonstrasi dan analisis hasil kegiatan. Hasil: Ada 12 ibu di Dusun Rapah Ombo yang terlibat dalam kegiatan ini. Instrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan adalah lembar pre test dan post test. Hasil kegiatan ini terlihat adalah Rata-rata nilai pre test masyarakat setempat adalah 66,67,Adanya peningkatan pengetahuan karena rata-rata nilai post test masyarakat menjadi 82,22.Kesimpulan: Dengan adanya kelompok budidaya tanaman toga dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga terutama di desa terpencil yang jauh dari akses fasilitas kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Keluarga, Tanaman, Obat, Kesehatan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4649">
                <text>Dea Aristasari&#13;
Tri Wulan Ayu Ferdiana&#13;
Tri Sasmita Wilujeng&#13;
Silvi Citra Indah Pratama&#13;
Rosa Purwanti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4650">
                <text>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4651">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
