<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=10" accessDate="2026-10-24T14:11:06+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>10</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1260" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4994">
                <text>HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4995">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi sering terjadi karena beberapa orang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadi faktor penghambat dalam keberhasilan pengobatan diantaranya tidak minum obat secara teratur, lelah minum obat, menghentikan pengobatan sendiri karena gejala tekanan darah tinggi tidak ada atau merasa lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik Quota Sampling dengan 74 responden yang merupakan pasien di Puskesmas Sine, uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji spearman rank. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepatuhan minum obat dan variabel dependennya adalah tekanan darah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pasien yang memiliki kepatuhan minum obat kategori rendah berjumlah 60 orang (58,8%), sebagian besar pasien memiliki tekanan darah kategori normal dengan jumlah 5 orang (6,8%). Dari hasil analisis data pada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah dengan menggunakan uji spearman diperoleh nilai p- value 0,02&amp;lt; 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sine. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kepatuhan dalam minum obat mempengaruhi seseorang dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4996">
                <text>ERNA TRI ISTANTI&#13;
NIM : 220811006&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4997">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4998">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1259" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4989">
                <text>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4990">
                <text>Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik difus atau lokal. Penyakit gastritis terjadi pada orang–orang yang memiliki pola makan yang tidak teratur dan memakan makanan yang merangsang produksi asam lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sample 70 responden yang merupakan pasien di Puskesmas Sine, uji statistik yang digunakan adalah uji spearman rank. Variabel dalam penelitian ini variabel independen dan dependen. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, 58 responden (96,66%) mempunyai pola makan tidak sehat dengan gastritis dan 2 responden (3,33%) mempunyai pola makan tidak sehat dengan tidak gastritis. Kemudian terdapat 10 responden (100%) mempunyai pola makan sehat tidak mengalami gastritis. Dari analisis menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat berkemungkinan mengakibatkan gastritis. Hasil dari uji korelasi spearman dengan p- value 0,000 &amp;gt; 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis di Puskesmas Sine. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam meningkatkan pengetahuan tentang menjaga pola makan yang sehat agar dapat mencegah kejadian gastritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pola makan, Kejadian Gastritis</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4991">
                <text>PUPITA ERYANI&#13;
NIM : 220811022&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4992">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4993">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1258" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4984">
                <text>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SMK N 1 KARANGANYAR NGAWI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4985">
                <text>Remaja sering melakukan diet yang ketat, mengurangi asupan makanan dengan melewatkan makan pagi, dan menahan rasa lapar. Ini dilakukan agar remaja tetap memiliki tubuh langsing, dan takut untuk menjadi gemuk. Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 memberikan gambaran beberapa masalah gizi pada kelompok remaja. Kelompok remaja berusia 13-18 tahun dilaporkan memiliki prevalensi pendek sebesar 52.6%, prevalensi kurus sebesar 16.8% dan di sisi lain, terdapat peningkatan masalah kegemukan dibandingkan tahun 2013 sehingga prevalensinya menjadi 29.5%. Studi lain juga mengungkapkan terdapat 97.5% remaja yang belum mencukupi konsumsi energi harian sesuai AKG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMK N 1 Karanganyar. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan teknik startified cluster random sampling 64 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola makan dan variabel dependen adalah status gzi. Berdasarkan hasil analisa data sebagaimana tertera pada tabel 4.6, menunjukkan bahwa siswi yang memiliki pola makan baik memiliki prosentase 95% dengan status gizi normal sejumlah 39 orang dan 0.4% memiliki status gizi normal abdengan jumlah 2 siswi. Disamping itu siswi yang memiliki pola makan tidak baik berstatus status gizi abnormal berjumlah 13 siswi dengan prosentase 56% dan yang memiliki status gizi normal sebesar 10 siswi dengan prosentase 43% Dari hasil uji statistik dengan menggunakan analisa pearson diketahui nilai perason correlation sebesar 0.585 dengan signifikasinya sebesar 0.000 dimanan nilai korelasinya &amp;lt; 0.05. Dapat disimpulkan bahwa variabel pola makan memiliki hubungan korelasi dengan variabel status gizi. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam mengatur pola makan remaja putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pola Makan, Status Gizi, Remaja</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4986">
                <text>TURI ANDAYANI&#13;
NIM 220811017&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4987">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4988">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1257" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4979">
                <text>HUBUNGAN ANTARA LAMA BERMAIN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 2-5 TAHUN DI POSYANDU MELATI III DI DESA PLOSOKEREP KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4980">
                <text>Perkembangan gadget yang semakin meluas, hampir semu anak-anak kini sudah memiliki gagdet atau smartphone. Penggunaan gadget terus menurus akan berdampak buruk terhadap pola pikir dan perilaku anak dalam kehidupan kesehariannya. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui hubungan lama bermain gadget dengan perkembangan anak usia 2-5 tahun di Posyandu Melati III Desa Plosokerep Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yng digunakan yaitu total sampling dengan julmlah 36 responden anak usia 2-5 tahun. (41.7%) responden mengalami tingkat perkembangan terlambat dan (58%) mengalami tingkat perkembangan normal.Uji spearman rho ɑ=0,05 antara variabel bermain gdget dengn tingkt perkembangan anak anak usia 2-5 tahun di Posyandu Melati III Desa Plosokerep Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang tahun 2023 didapatkan nilai p=0,000&amp;lt; ɑ=0,05. Hasil tersebut kurang dari taraf signifikan yaitu p=0,05 yang berarti terdapat hubungan antra lama bermin gadget denga tingkat perkembangan anak usia 2-5 tahun di Posyndu Melati III Desa Plosokerep Kecmatan Sumobito Kabupatten Jombang. Disarankan kader dan bidan penanggungjawab mampu memberikan eduksi untuk orang tua tentang dampak lama bermain gadget bagi anak. Serta melakukan pengecekan perkembaangan anak secara berkala untuk mengetahui perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Perkembangan, bermain gadget, anak</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4981">
                <text>DEWI FATIMAH&#13;
NIM : 220811019&#13;
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4982">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4983">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1256" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4974">
                <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKEMAS PARON, JAWA TIMUR TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4975">
                <text>Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam menentukan kepatuhan pengobatan. Sejumlah orang yang potensial memberikan dukungan tersebut disebut sebagai significant other, misalnya sebagai seorang istri significant other nya adalah suami, anak, orang tua, mertua, dan saudara-saudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di Puskesmas Paron, Jawa Timur tahun 2023 menggunakan Total Sampling populasinya pasien hipertensi dengan tingkat depresi pada pasien Hipertensi di Puskesmas Paron berjumlah 40 orang. Variabel independent dukungan keluarga dan dependen tingkat depresi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan tingkat depresi dan uji statistik menggunakan Uji Chi Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 46-59 tahun 67,5%, responden petani 50%, responden berpendidikan SD sampai SMA 95%, 87,5% responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik, 47,5% mendapatkan pengobatan selama 0-3 bulan, bahwa 70,0% menunjukkan tingkat depresi ringan. Uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai signifikansi p = 0,000 &amp;lt; a (0,05), sehingga H0 ditolak. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam tingkat depresi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di Puskesmas Paron, Jawa Timur tahun 2023.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Hipertensi,Tingkat Depresi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4976">
                <text>INDRAS DWI ASTUTI&#13;
NIM : 220811008&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA SI KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4977">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4978">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1255" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4969">
                <text>MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA KLIEN POST SECTIO CAESAREA DENGAN PIJAT OKSITOSIN DI RSUD DR. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4970">
                <text>Ibu dengan proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea akan mengalami kesulitan insiasi menyusui dini (IMD) oleh kelemahan akibat pengaruh anastesi yang diberikan sebelumnya dan sayatan pada perut ibu. Ibu yang mengalami masalah menyusui tidak efektif rata-rata disebabkan karena kurangnya produksi ASI sehingga ibu mengalami cemas, takut, bahkan enggan untuk menyusui bayinya dan cenderung memutuskan untuk memberikan susu formula supaya nutrisi bayinya terpenuhi. Hal yang dapat mempengaruhi kelancaran produksi dan pengeluaran ASI yaitu perawatan payudara, frekuensi menyusui, stres, riwayat penyakit, faktor psikologis, dukungan suami dan keluarga, faktor makanan ibu, factor isapan bayi, konsumsi rokok atau alcohol. Pijat oksitosin membantu mengatasi masalah pada saat menyusui. Pijatan ini dapat mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Tujuan penulisan yaitu melakukan pijat oksitosin pada klien post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus, penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-16 November 2022. Partisipan berjumlah 1 pasien, dengan jenis kelamin perempuan, usia 33 tahun dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif dengan ketidakadekuatan suplai ASI. Pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi penyajian data. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa pijat oksitosin yang sudah diberikan dapat mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada klien, sehingga masalah keperawatan teratasi. Pijat oksitosin terbukti efektif dalam melancarkan ASI pada ibu post partum yang dibuktikan dengan ASI memancar (lancar), payudara tegang karena terisi ASI, suplai ASI adekuat, kepercayaan diri ibu meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada klien, keluarga/suami klien dapat melakukan pijat oksitosin dengan benar pada masalah menyusui tidak efekstif. Hasil karya ilmiah ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan salah satu intervensi keperawatan mandiri dengan pijat oksitosin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Ibu Post Partum, Menyusui Tidak Efektif, Pijat Oksitosin</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4971">
                <text>Eka Evin Lina S, S.Kep&#13;
221404009&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4972">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4973">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1254" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4964">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA POST CVA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK MENGGUNAKAN INTERVENSI INOVASI MIRROR THERAPHY DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JOMBANG DI PARE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4965">
                <text>Cerebro Vaskular Accident (CVA) terjadi karena rusaknya sebagian fungsi dari otak akibat tersumbatnya atau bocornya aliran pembuluh darah ke otak, sehingga membuat fungsi-fungsi dalam otak menghilang ataupun rusak. Permasalahan stroke dianggap penting dikarenakan jumlah penderita stroke yang meningkat, terapi cermin mudah dilakukan dan hanya membutuhkan latihan yang sangat singkat pada pasien gangguan mobilitas fisik adalah salah satu masalah yang muncul pada pasien stroke atau post stroke, Tujuan penulisan melakukan mobilisasi dengan Mirror therapy pada pasien post CVA yang terdapat masalah gangguan mobilitas fisik. Metode penelitian menggunakan studi kasus penelitian ini dilakukan pada 11-13 Desember 2022, pada 1 pasien post CVA, Lansia usia 68 tahun dengan gangguan mobilitas fisik di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha jombang di pare dengan memberikan intervensi pemberian Mirror Therapy selama 3 hari. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa masalah gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada keluarga pasien dapat melakukan dukungan mobilisasi dengan benar pada pasien post CVA menpengaruhi motorik pasien dengan bayangan pantulan visual dari kaca. Berdasarkan analisis yaitu penerapan terapi kaca yang efektif dalam meningkatkan kekuatan kekuatan otot pada pasien post stroke. Setelah dilakukannya terapi kaca dapat disimpulkan intervensi tersebut efektif untuk pasien post CVA yang mengalami masalah gangguan mobilitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Gangguan mobilitas fisik Stroke, Mirror therapy</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4966">
                <text>Mifta Yuliana Putri&#13;
221404021&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4967">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4968">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1253" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4959">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SELF CONTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE II DI POSYANDU LANSIA DUSUN PENJOR KECAMATAN TEMBELANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4960">
                <text>Self Control merupakan salah satu strategi penyesuaian diri yang mampu dan terbukti efektif, cara modifikasi gaya hidup misalnya dengan diet, olaraga dan upaya medis melalui terapi insulin dan obat anti DM. Sebagai salah satu sifat kepribadian, self control pada satu individu dengan individu yang lain berbeda ada individu yang memiliki kontrol tinggi dan rendah, sehingga perlu adanya pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan Dengan Self Control Gula Darah Pada Penderita DM Tipe II Di Posyandu Lansia Dusun Penjor Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Metode; Desain penelitian ini menggunakan analtik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 40 responden , teknik total sampling. Variabel Independen Pengetahuan, Variabel Dependen Self Control Gula Darah, instrumen uji stastik korelasi Spreman Rank &amp;lt;0,05 dan celist kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan sejumlah 24 responden (60,0%) dan self control gula darah sejumlah 18 responden (45,0%). Nilai p =0,000 nilai Alpha : 0,05, dan nilai r = 0,279, artinya ada hubungan dan signifikan antara Pengetahuan Dengan Self Control Gula Darah Pada Penderita DM Tipe II Di Posyandu Lansia Dusun Penjor Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan keluarga tetap memberikan pengetahuan dalam bentuk bantuan informasi, perhatian emosional, bantuan instrumental dan bantuan penelitian sehingga lansia tetap merasa diperhatikan oleh keluarga serta rutin melakukan cek kadar gula darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Pengetahuan, Self Control Gula Darah, Diabetes Mellitus</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4961">
                <text>PRATAMA FRISKA ARROHMAH&#13;
NIM.191401046&#13;
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4962">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4963">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1252" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4954">
                <text>ASUHAN KEPERWATAN PASIEN POST OPERASI ORIF CLOSE FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL SINISTRA DENGAN MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK DENGAN PEMBERIAN DUKUNGAN MOBILISASI DINI DI RUANG WK D RSUD Dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4955">
                <text>Latar belakang : Pembedahan merupakan salah satu penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur penatalaksanaan fraktur femur. Pada kondisi post operasi fraktur femur efek dari pembedahan itu sendiri diantaranya menimbulkan gangguan mobilitas fisik. Kurang atau tidak dilakukannya mobilisasi dini pada pasien post operasi fraktur femur dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti kesemutan, nyeri, kekakuan otot, bengkak atau edema serta pucat pada anggota gerak yang dioperasi. Tujuan : Memberikan terapi berupa dukungan mobilisasi dini untuk membantu pasien dalam meningkatkan mobilitas. Metode : Studi kasusmelalui pendekatan asuhan keperawatan pasien post operasi orif close fraktur femur 1/3 distal sinistra dengan masalah gangguan mobilitas fisik dengan pemberian dukungan mobilisasi dini di ruang WK D pada tanggal 25 - 28 Oktober 2022, Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, serta uji keabsahan triangulasi pasien, keluarga, petugas kesehatan, analisis secara deskriptif analitik dan penyajian data dalam bentuk review kasus. Hasil : Masalah mobilitas fisik pada responden teratasi ditandai dengan kekuatan otot pada ektremitas bawah sebelah kiri meningkat menjadi 4 dan pasien sudah bisa menggerakkan jari kaki, menekuk lutut, miring kanan dan miring kiri pada 24 jam pertama, kemudian mampu duduk di tepi tempat tidur pada 24 jam kedua, dan mampu berdiri dan berlatih berjalan pada 24 ketiga dan ke empat. Kesimpulan : Pemberian terapi dukungan mobilisasi dini pada pasien mempunyai efektifitas dimana terjadi peningkatan mobilitas dalam pemenuhan ADL pasien. Saran : Hasil penelitian tersebut diharapkan tenaga kesehatan dan keluarga pasien dapat melakukan terapi dukungan mobilisasi dini dengan benar pada pasien post operasi fraktur femur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Post Op, Fraktur, Mobilitas, Mobilisasi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4956">
                <text>WIKY FEBRYANTO, S.Kep&#13;
221404044&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4957">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4958">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1251" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4949">
                <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA TB PARU DENGAN KEPATUHAN PASIEN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS GEMARANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4950">
                <text>Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pengobatan pasien TB Paru membutuhkan waktu 6-9 bulan. Dalam pengobatan Tuberkulosis Paru pasien harus teratur dalam minum obat, bila pasien tidak patuh dalam minum obat akan mengakibatkan kekebalan terhadap obat anti tuberkulosis atau disebut multi drug resisten (TB MDR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga penderita TB paru dengan kepatuhan pasien minum obat anti tuberkulosis di Puskesmas Gemarang. Metode penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Gemarang. Penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yang mana semua populasi menjadi sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden. Variabel independent dalam penelitian ini dukungan keluarga penderita TB Paru dan variabel dependentnya kepatuhan pasien dalam minum OAT. Uji statistik menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga penderita TB Paru sebagian besar baik sejumlah 29 responden (93,6%) dan sebagian besar responden patuh dalam minum OAT yaitu 27 responden (87,1%), serta hasil uji Kendall Tau yaitu p value 0,000 ≤ ɑ 0,05 sehingga Ho ditolak dan Hi diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga penderita TB Paru dengan kepatuhan minum OAT di Puskesmas Gemarang. Sedangkan nilai r = 0,766 yang menunjukkan hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum OAT memiliki hubungan yang kuat. Dukungan keluarga memiliki peranan yang penting dalam memotivasi anggota keluarganya yang sedang menjalani pengobatan TB paru. Kepatuhan dalam pengobatan akan meningkat ketika pasien mendapatkan dukungan dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis Paru</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4951">
                <text>KARLINA DWI SUSIANI&#13;
NIM: 220811009&#13;
PRODI S1 KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4952">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4953">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
