<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=117&amp;sort_field=added" accessDate="2026-11-02T08:25:57+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>117</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1208" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4737">
                <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA&#13;
MENGIKUTI POSYANDU MAWAR DESA KEDUNGOTOK&#13;
KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4738">
                <text>Pendahuluhan:Keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia kemungkinan besar dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga atau kurangnya perhatian kepada orang tua mereka. Keluraga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila keluarga selalu berusaha membantu mengatasi permasalahan lansia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan dukungan keluarga , keaktifan dan menganalisis Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Mawar Dusun Kedungdoro Desa Kedungotok Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.Metode:Desaian penelitian ini menggunakan analtik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 50 responden , teknik total sampling . Variabel Independen Dukungan Keluarga , Variabel Dependen Keaaktifan Lansia dalam melaksankan Keaktifan lansia , instrumen penelitian lembar kuesioner . Analisis:uji stastik menggunakan korelasi Spreman Rho . Hasil:Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga kepada lansia sejumlah 46 responden (92,0%) mendapatkan dukung mendapatkan dukungan keluarga yang mendukung dan keaktifan lansia sejumlah 42 responden (84,0%). Nilai p =0,000 nilai Alpha : 0,005 dan nilai r = 0,279, artinya ada hubungan dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kekatifan lansia dalam mengikuti Posyandu Lansia mawar Dusun Kedungdoro Desa Kedungotok Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Pembahasan:Dengan adanya penelitian ini diharapkan keluarga tetap memberikan dukungan dalam bentuk bantuan informasi, perhatian emosional,bantuan instrumental dan bantuan penilain sehingga lansia tetap merasa diperhatikan oleh keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Dukungan Keluarga , Keaktifan, Posyandu Lansia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4739">
                <text>Thalia Oktaviana&#13;
191401059&#13;
PRODI S1 KEPERWATAN </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4740">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4741">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1209" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4742">
                <text>ANALISIS MANAJEMEN HIPERVOLEMIA PADA PASIEN CKD DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA DI RUANG WIJAYA KUSUMA E RSUD Dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4743">
                <text>Pendahuluan : Pada pasien CKD masalah yang sering muncul adalah kelebihan cairan atau hipervolemia. Hipervolemia disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal yang dimanifestasikan dengan adanya peningkatan volume darah dan edema. Masalah yang utama pada pasien CKD adalah kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan metabolisme keseimbangan cairan dan elektrolit yang dapat mengarah pada kematian Tujuan : tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis manajemen hipervolemia pada pasien CKD Metode : Penulis ini menggunakan metode deskriptif dengan pemaparan studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan yakni pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil : Asuhan Keperawatan dilakukan dari pengkajian diperoleh data Edema pada tangan dan kaki, asites, Up /24 : 400cc, TD : 117 / 71 mmHg, Hb : 8,4, HT: 27,8 analisa data diperoleh diagnosa keperawatan gangguan hipervolemia, ditentukan intervensi keperawatan manajemen hipervolemia dan dilakukan implementasi dan evaluasi dengan hasil masalah teratasi sebagian dengan hasil TD 122/66, balance cairan 20, edema berkurang, tidak ada asites. Analisis : Dengan pembatasan cairan dan pemantauan intake dan output cairan dapat mengatasi masalah hipervolemia dengan demikian masalah hipervolemia dapat membaik. Kesimpulan : intervensi manajemen hipervolemia dengan melakukan pemantauan intake dan output cairan, pembatasan cairan, Tinggikan kepala tempat tidur 30 – 40 serta kolaborasi pemberian terapi farmakologi deuretik dapat mengurangi hipervolemia diharapkan manajemen hipervolemia dapat di terapkan pada pasien CKD dengan masalah kelebihan cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : CKD, Manajemen hipervolemia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4744">
                <text>PIAS CALVIN ASTRAWAN&#13;
NIM : 221404031&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4745">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4746">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1210" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4747">
                <text>PEMBERIAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT PADA LANSIA NY.A DENGAN HIPERTENSI DAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI PSTW PARE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4748">
                <text>Latar Belakang: Hipertensi pada lansia umumnya ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, rasa nyeri di bagian tengkuk dengan skala ringan sampai berat yang dapat mempengaruhi kulitas hidup lansia tersebut, sehingga perlu dilakukan terapi rendam kaki air hangat dengan tujuan agar nyeri berkurang dan tekanan darah dalam batas normal. Metode: Penelitian ini mengguakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sampel penelitian sebanyak 1 responden lansia PSTW Pare. Hasil: Asuhan keperawatan dengan intervensi rendam kaki air hangat setiap pagi hari selama 3 hari dapat membanty menurunkan nyeri dari skala 4 menjadi 1. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nyeri berkurang, dan penerapan rendam kaki air hangat ini efektif untuk menurunkan nyeri pada lansia dengan Hipertensi. Sebaiknya terapi rendam kaki menggunakan air hangat dapat dilakukan sebagai terapi non-farmakologi bagi lansia dengan hipertensi secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Hipertensi, Rendam Kaki Air Hangat, Lansia, Nyeri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4749">
                <text>ZHELLINA MAULID PRAMESTY, S.Kep&#13;
NIM. 221404045&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4750">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4751">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1211" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4752">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN PEMBERIAN TERAPI OLESAN KRIM MINYAK ZAITUN DAN PERASAN JAHE UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4753">
                <text>Latar Belakang : Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual dan fungsional tubuh. Nyeri akut menjadi salah satu diagnosa keperawatan yang di tegakan dari penyakit Rheumatoid Arthritis.Penyakit Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimune dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Di dapati juga sebanyak 15 % penghuni UPT pelayanan sosial panti werdha jombang yang menderita penyakit rheumatoid arthritis. berdasarkan masalah yang di dahapi peneliti makan tujuan pembuatan laporan ini untuk menerapkan manajemen nyeri rheumatoid arthritis dengan pemberian terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe untuk menurunkan intensitas nyeri pada UPT Pelayanan Sosial Panti Werdha Metode: Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian di lakukan pada tanggal 09 Desember 2022 sampai 14 Desember 2022 selama 5 hari dengan 3 hari pemberian intevensi. Hasil: Hasil dari asuhan keperawatan ini didapatkan Ny.S dengan Rheumatoid Arthritis dengan masalah keperawatan Nyeri akut dan pemberian terapi olesan minyak zaitun dan perasan jahe selama tiga hari menunjukan bahwa teraasi sebagian. Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan keluhan nyeri cukup menurun dari tingkat nyeri 7 nyeri berat menjadi tingat nyeri dengan nilai 5 yaitu nyeri sedang dengan memberikan intervensi pemberian olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe selama 3 hari. Di sarankan untuk pihak PSTW jombang dapat meningkatkan akses informasi tentang masalah keshatan khususnya rheomatoid arthritis. Sehingga mampu merawat lansia dengan kasus rheumatoid arthritis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Rheumatoid Arthritis, Nyeri Akut</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4754">
                <text>Melati Yeremia Lubis S.Kep&#13;
221404020&#13;
PROGRAM STUDI PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4755">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4756">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1212" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4757">
                <text>ANALISIS INTERVENSI MANAJEMEN HIPERVOLEMIA PADA PASIEN CKD STAGE V DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA DI RUANG WIJAYAKUSUMA C RSUD dr SOEDONO MADIUN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4758">
                <text>Penyakit Ginjal Kronik (PGK) telah menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan menyebabkan morbiditas, mortalitas yang tinggi dan beban sosial dan keuangan yang signifikan.Penyakit ginjal kronis merupakan penurunan progresif fungsi ginjal dalam beberapa bulan atau tahun.Hemodialisis adalah terapi penggantian ginjal yang paling umum dilakukan oleh klien dengan PGK.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis intervensi pembatasan cairan pada pasien ckd stage V dengan masalah keperawatan hipervolemia di Ruang Wijaya Kusuma C RSUD Dr Soedono Madiun. Metode ini menggunakan desain descriptive sudy kasus yang dilakukan terhadap 1 pasien CKD stage V dengan pendekatan asuhan keperawatan pengkajian sampai dengan evaluasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Dari data pengkajian yang didapat klien sudah menjalani hemodialisa reguler, mengalami penurunan haluaran urine,dan edema ektremitas bawah. Setelah membuat perencanaan, peneliti melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan perencanaan yaitu membatasi asupan cairan serta melakukan pemantauan balance cairan. Hasil dari evaluasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan hasil masalah teratasi, edema berkurang, adanya peningkatan haluaran urine. Pada masalah keperawatan hipervolemia jika dilakukan pembatasan asupan cairan serta pemantauan balance cairan secara tepat maka hal tersebut dapat mengatasi hipervolemia.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4759">
                <text>HAPPY IKMILAH FEBRIYANTO&#13;
NIM : 221404017&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4760">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4761">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1213" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4762">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN INTERVENSI KOMPRES HANGAT DI WISMA BUGENVIL UPT PSTW JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4763">
                <text>Pendahuluan: Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan/rasa tidak nyaman. Hipertensi merupakan keadaan ketika darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tanda dan gejala yang dirasakan oleh pasien hipertensi tingkat lanjut salah satunya, klien akan mengalami nyeri pada tengkuk, Perasaan nyeri pada setiap orang berbeda dalam hal skala ataupun tingkatannya. Untuk mengurangi nyeri pada tengkuk pasien hipertensi di lakukan terapi kompres hangat untuk menurunkan intensitas nyeri. Metode: Karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study) dan penelitian dilakukan pada pasien penderita hipertensi dengan nyeri akut di Wisma Bugenvil UPT PSTW Jombang dengan memberikan intervensi kompres hangat selama 3 hari dengan jumlah responden 1 orang lansia. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 kali pertemuan dengan intervensi terapi kompres hangat pada 1 pasien di wisma bugenvil UPT PSTW Jombang mengalami penurunan tingkat nyeri tengkuk dari skala nyeri 4 menjadi 2. Pembahasan dan Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan hipertensi diharapkan praktisi keperawatan dapat melaksanakan asuhan keperawatan khususnya mengurangi rasa nyeri tengkuk pada pasien hipertensi dengan memberikan terapi kompres hangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Nyeri Akut, Hipertensi, Kompres Hangat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4764">
                <text>Elvina Lia Fatmawati, S.Kep&#13;
221400410&#13;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4765">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4766">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1214" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4767">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK GOUT ARTHRITIS PADA NY.S DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI MANAJEMEN NYERI : KOMPRES JAHE HANGAT DI WISMA BUGENVIL PSTW JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4768">
                <text>Pendahuluan : Gout arthritis adalah penyakit sendi yang diakibatkan oleh gangguan metabolisme. Purin yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah melebihi batas normal dapat menyebabkan penumpukan asam urat di dalam persendian dan organ tubuh lainnya. Penumpukan asam urat ini yang membuat sendi sakit, nyeri, dan meradang. Apabila kadar asam urat dalam darah terus meningkat menyebabkan penderita penyakit ini tidak bisa berjalan, penumpukan kristal asam urat pada sendi dan jaringan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan gerotnik pada gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri akut. Metode : Penelitian menggunakan metode studi kasus yaitu meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada pasien penderita gout arthritis dengan nyeri akut di Wisma Bugenvil PSTW Kabupaten Jombang dengan memberikan intervensi kompres jahe hangat selama 3 hari dengan masalah keperawatan nyeri akut. Teknik analisa data melalui pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Hasil : Hasil dari studi kasus ini didapatkan pada lansia dengan gout arthritis dengan nyeri akut, menunjukkan bahwa teratasi sebagian, menunjukkan bahwa ada penurunan skala nyeri yang awalnya skala nyeri 4 nyeri sedang menjadi skala nyeri 1 nyeri ringan setelah dilakukan kompres jahe hangat selama 3 hari. Kesimpulan : Penerapan kompres jahe hangat ini menunjukkan bahwa dapat menurunkan intensitas nyeri pada persendian kaki pada pasien dengan keluhan nyeri linu-linu pada persendian kaki. Kompres jahe hangat cukup efektif untuk penurunan intensitas nyeri pada pasien gout arthritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kompres Jahe Hangat, Nyeri Akut, Gout Arthritis</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4769">
                <text>RISMA IMROATUN NAFISAH, S.Kep&#13;
221404033&#13;
PROGRAM STUDI PROFESI NERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4770">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4771">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1215" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4772">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KECEMASAN PADA IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4773">
                <text>Kecemasan pada ibu hamil dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan dukungan dari keluarga, masyarakat maupun lingkungan. Kecemasan pada ibu hamil dapat dilihat dari perilaku ibu hamil yang gelisah, takut secara berlebihan hingga kesulitan tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuh keperawatan keluarga dengan masalah kecemasan pada ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Proses pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Cukir selama 6 kali kunjungan dalam 1 minggu. Dengan kriteria partisipan berjumlah 2 keluarga dengan ibu hamil primigravida usia 38 minggu dengan masalah kecemasan. Hasil dari asuhan keperawatan dari keluarga 1 dan keluarga 2 didapatkan tingkat kecemasan menurun dibuktikan dengan keluarga mampu merawat dan mengatasi kecemasan pada ibu hamil secara mandiri dan pada partisipan mampu melakukan terapi napas dalam untuk mengurangi rasa cemasnya dan terbukti perasaan cemas pada ibu hamil berkurang. Masalah kecemasan pada ibu hamil dalam penelitian ini yaitu penatalaksanaannya dengan menganjurkan agar keluarga selalu menemani, memberikan dukungan dan motivasi pada ibu hamil. Ibu hamil dianjurkan untuk selalu berpikir positif dan melakukan terapi relaksasi napas dalam saat mengalami kecemasan. Terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil keluarga 1 dan keluarga 2, akan tetapi keluarga tetap diajurkan untuk berobat ke fasiilitas kesehatan apabila gejala memberat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kecemasan, Asuhan Keperawatan Keluarga, Ibu Hamil</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4774">
                <text>ACHMAD SUDARYONO&#13;
202202018&#13;
PRODI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4775">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4776">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1216" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4777">
                <text>EDUKASI POLA MAKAN BALITA “ ISI PIRINGKU ” MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA IBU DI POSYANDU BALITA DESA DUKUHKLOPO KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4778">
                <text>Balita dalam pertumbuhan dan perkembangannya perlu makan-makanan bergizi, karena itu balita membutuhkan makanan yang mengandung banyak gizi. Pola makan yang tidak seimbang biasanya terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan sikap ibu tentang pola makan yang seimbang untuk balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan balita “Isi Piringku” menggunakan media video pada ibu di posyandu balita desa Dukuhklopo kabupaten Jombang. Desain penelitian pra-eksperimental dengan one-group pra-post test design. Populasi 413 dengan sampel penelitian ialah ibu yang mempunyai balita usia 0-59 bulan. Jumlah sampel penelitian sebesar 34 ibu yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner. Analisis uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi ibu balita sebagian besar (61,8%) memiliki pengetahuan cukup dan hampir seluruhnya (79,4%) memiliki sikap negatif, sedangkan setelah diberikan edukasi hampir seluruhnya (85,2%) ibu balita memiliki pengetahuan baik dan sebagian besar (73,5%) memiliki sikap positif. Hasil uji wilcoxon pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap didapatakan hasil p-value 0,000, terdapat pengaruh edukasi pola makan balita “Isi Piringku” menggunakan media video terhadap pengetahuan dan sikap ibu di posyandu balita desa Dukuhklopo kabupaten Jombang. Media video sebagai alternatif optimalisasi model pembelajaran yang menampilkan gambar, tulisan serta penjelasan suara mengenai gambar yang ditampilkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Edukasi, Pola makan, Pengetahuan, sikap ibu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4779">
                <text>FARADILLA MAIZATUL AKMAL&#13;
NIM. 191401018&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4780">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN  PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4781">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1217" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4782">
                <text>HUBUNGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL HIV DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4783">
                <text>Gizi seimbang ibu hamil adalah keadaan keseimbangan antara gizi yang diperlukan oleh ibu hamil untuk kesehatan ibu dan pertumbuhan dan perkembangan janinnya yang dapat dipenuhi oleh asupan gizi dari aneka ragam makanan dan berfungsi untuk meningkatkan proses pertumbuhan, menjaga dan memulihkan jaringan pada tubuh. Sebagai salah satu penunjang berat badan lahir baik juga perlu diperhatikan status gizi ibu yang baik. Untuk memenuhi status gizi ibu yang baik dan berat badan lahir baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi pada ibu hamil dengan HIV terhadap berat badan lahir. Metode : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi 30 responden , teknik total sampling, variable Dependen status gizi ibu hamil,Variabel Independen berat badan lahir, instrument uji statistic korelasi spearman Rank &amp;lt; 0.05 dan buku KIA. Hasil peelitian menunjukkan status gizi ibu hamil sejumlah 20 responden (66,7%) dan berat badan lahir sejumlah 27 responden (90%). Nilai p=0,053 nilai Alpha : 0,05 dan nilai r = 0,357, artinya ada hubungan dan signifikan antara status gizi ibu hamil HIV dengan berat badan lahir di Kabupaten Jombang. Dengan adanya penelitian ini status gizi ibu hamil yang menderita HIV perlu diperhatikan karena sangat berhubungan dengan berat badan lahir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Status Gizi Ibu hamil, Status Gizi bayi baru lahir, HIV</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4784">
                <text>GALUH ARIANI&#13;
NIM.191401022&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4785">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4786">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
