<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=129&amp;sort_field=added" accessDate="2026-11-02T23:15:40+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>129</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1331" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5346">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK STUNTING DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5347">
                <text>Masalah kesehatan stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Kejadian balita pendek atau sering disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Tujuan penelitian ini ialah melakukan Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Salah Satu Anggota Keluarga Mengalami Stunting Pada Anak Dengan Masalah Keperawatan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu pada dua keluarga yang memiliki anak stunting dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penyajian data menggunakan teks narasi dan tabel. Masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga 1 teratasi sebagian, dan pada keluarga 2 teratasi. Dibuktikan dengan kedua keluarga telah memahami pengertian, penyebab, dan tanda gejala, serta akibat dari stuntig dan melakukan cara merawat anggota keluarga stunting, Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan mempraktikan pengetahuan dan cara perawatan anak dengan stunting dengan baik di rumah. Dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang masalah anak stunting melalui fokus intervensi yang lain, seperti pemantauan posyandu, imunisasi, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Stunting, Keluarga, Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5348">
                <text>RAMA INDRA EKA LESMANA&#13;
212302012&#13;
PRODI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5349">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5350">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1332" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5351">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK GIZI KURANG (GIRANG) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5352">
                <text>Gizi kurang merupakan salah satu penyakit gizi yang masih menjadi masalah di masyarakat. Masalah gizi pada anak balita dapat memberi dampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan pada 2 partisipan dengan masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang dilakukan selama 2 minggu pada tanggal 19-24 Februari 2024, dengan balita yang berusia 5-6 tahun. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik secara langsung kepada keluarga 1 dan 2. Hasil yang didapatkan pada keluarga 1 dan keluarga 2 yaitu masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang teratasi sebagian, yang ditandai dengan keluarga dalam proses meningkatkan status gizi balita, keluarga dapat merawat anggota keluarga yang sakit, Keluarga mampu menerapkan program perawatan, Keluarga mampu melakukan tindakan untuk mengurangi resiko, keluarga mendapatkan informasi kesehatan yang luas dan rutin mengunjungi posyandu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Gizi kurang, Asuhan Keperawatan Keluarga, Manajemen kesehatan tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5353">
                <text>ZERMIA PUJI ATMASARI&#13;
2123020118&#13;
PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5354">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5355">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1333" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5356">
                <text>PEMBERIAN KOMPRES JAHE HANGAT SEBAGAI INTERVENSI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5357">
                <text>Gout Arthritis merupakan kelainan metabolisme purin bawaan yang ditandai dengan penimbunan kristal asam urat dalam sendi akibat adanya peningkatan kadar asam urat serim. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga melalui pemberian kompres jahe hangat dalam mengatasi gout arthritis di Desa Puton. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu pada dua keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita gout arthritis dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Setelah dilakukan intervensi, keluarga 1 dapat mematuhi diit rendah purin, rutin minum obat, dan melakukan kompres jahe hangat. Sedangkan pada keluarga 2 dapat mengatur diit rendah purin, konsumsi air putih teratur, serta olahraga teratur. Berdasarkan data tersebut dapat dibuktikan bahwa masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga 1 dan keluarga 2 teratasi. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan mempraktikkan cara perawatan keluarga penderita gout arthritis dengan metode pemberian kompres jahe hangat dengan baik di rumah. Dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang masalah gout arthritis melalui fokus intervensi yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Asuhan Keperawatan Keluarga, Gout Arthritis, Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif, Kompres Jahe Hangat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5358">
                <text>NANDA ROSA AMELIA&#13;
212302016&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5359">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5360">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1334" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5361">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5362">
                <text>Skizofrenia disebabkan perubahan perilaku karena kendala dalam pikiran, sikap, dan emosi yang menghambat fungsi sebagai manusia. Keparahan pada skizofrenia dapat menimbulkan masalah lain seperti halusinasi yang merupakan keadaan dimana penderita merasakan stimulus yang tidak nyata dan penderita berisiko untuk mencelakai diri dan lingkungannya. Masalah halusinasi pada keluarga perlu diatasi melalui penatalaksanaan asuhan keperawatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi. Metode penelitian menggunakan metode studikasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu, mulai tanggal 15 sampai 28 Maret 2024, pada dua keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami skizofrenia dengan halusinasi pendengaran dan tinggal di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi,dokumentasi terstruktur. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa awalnya keluarga klien 1 tidak mampu memodifikasi lingkungan yang mempengaruhi kondisi kesehatan keluarga dan pasien 1 mengalami halusinasi satu atau dua kali per minggu, sedangkan keluarga klien 2 tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan pasien 2 mengalami halusinasi dua atau tiga kali per bulan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan terjadi peningkatan kemampuan keluarga klien 1 dalam memodifikasi lingkungan dan keluarga klien 2 dalam merawat anggota keluarga yang sakit, serta pasien 1 dan pasien 2 tidak mengalami halusinasi pendengaran pada akhir kunjungan. Diharapkan klien dan keluarga dapat mempertahankan perawatan klien dengan halusinasi pendengaran dengan baik di rumah. Meliputi tentang mengenal halusinasi, bercakap-cakap dengan cara menghardik halusinasi, membuat jadwal aktivitas sehari-hari dan minum obat secara teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Asuhan keperawatan keluarga, halusinasi pendengaran, skizofrenia, strategipelaksanaan keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5363">
                <text>ANGGI NOVA RIKHA&#13;
212302004&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5364">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5365">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1335" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5366">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5367">
                <text>Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di dunia, salah satunya adalah isolasi sosial. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana klien tidak mampu berinteraksi dengan orang di sekitarnya, merasa malu, merasa ditolak, merasa tidak diterima, serta tidak mampu membina hubungan dengan orang lain. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada klien yang mengalami isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang partisipan yang dilakukan pada tanggal 15 Maret – 28 Maret 2024. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Dalam pengambilan data, penulis menggunakan teknik wawancara dan pengkajian. Hasil dari asuhan keperawatan ini adalah masalah isolasi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Keluarga sangat mempunyai peran penting untuk proses penyembuhan klien sebagai motivator, educator, dan fasilitator. Pada keluarga 1 hasil yang dicapai yaitu Ny. D mau diajak bersosialisasi di rumah tetangga, dan mau berbincang- bincang dengan 2 orang sedangkan, keluarga 2 yaitu Ny.Y sudah mengetahui pentingnya sosialisasi di lingkungan sekitar. Masalah isolasi teratasi sebagian dengan mempertahankan intervensi. Untuk memperoleh hasil yang maksimal diharapkan keluarga lebih sabar dalam merawat anggota keluarga yang mengalami isolasi sosial. Saran untuk penulis selanjutnya diharapkan dapat melakukan asuhan keperawatan pada klien Isolasi Sosial dengan masalah yang lain untuk menambah keanekaragaman karya tulis ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Isolasi Sosial, Asuhan Keperawatan Keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5368">
                <text>ALFINIA AFNI AZZUMLALA&#13;
212302002&#13;
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5369">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5370">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1336" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5371">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELURGA PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA STUNTING DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5372">
                <text>Masalah kesehatan stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Kejadian pada balita pendek atau sering disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Salah Satu Anggota Keluarga Stunting Dengan Masalah Defisit Nutrisi. Penulis akan melakukan pengelolaan keperawatan keluarga yang memfokuskan masalah dengan pengambilan data serta menyertakan berbagai sumber informasi. Sebagai besar balita usia 12 - 59 bulan diwilayah kerja puskesmas cukir dengan jumlah 2 partisipan keluarga dengan masalah defisit nutrisi yang mengalami stunting. Masalah defisit nutrisipada kedua keluarga belum teratasi. Dari kunjungan yang telah dilakukan oleh peneliti kunjungan tersebut belum teratasi dari kunjungan ke 6 baik keluarga 1 dan 2. Masalah keperawatan defisit nutrisi pada ke 2 anggota keluarga belum teratasi karena hanya tingkat pengetahuan perawatan pada anggota keluarga yang sakit membaik sedangkan masih mengalami diare pada responden keluarga 1 dan rambut rontok pada keluarga 2. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti sebagai intervensi atau implementasi yaitu edukasi kesehatan cara cuci tangan dan membuat nugget ayam sayur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, stunting, defisit nutrisi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5373">
                <text>AVINA INDRA LESTARI&#13;
212302005&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5374">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5375">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1337" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5376">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN DIABETES MELLITUS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5377">
                <text>Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang memiliki prevalensi setiap tahun terdapat peningkatan. Sehingga perlu adanya pengendalian kadar gula darah utuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu masalah yang dapat muncul dalam pengendalian kadar glukosa yaitu masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Peran anggota keluarga berpengaruh dalam memberikan dukungan, melakukan pemantauan, serta membantu pengambilan keputusan terkait perawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dengan masalah ketidakefektifan pola perawatan anggota keluarga yang sakit dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Desa Puton. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada 2 keluarga yang satu anggota keluarganya menderita diabetes mellitus dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan 6 kali kunjungan selama 2 minggu selama 30-60 menit. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan uji triangulasi pada keluarga, pasien serta petugas kesehatan. Sebelum dilakukan intervensi kedua penderita belum mampu mengatur pola makan dan sering tidak meminum obat secara teratur. Keluarga dari kedua pasien juga mengungkapkan kesulitan dalam merawat anggota keluarganya karena kurangnya pemahaman terhadap penyakit diabetes mellitus. Kemudian, setelah dilakukan intervensi, keluarga 1 dapat mematuhi diet diabetes dan teratur meminum obat dengan terjadi penurunan gula darah secara signifikan dari 375 mg/dL menjadi 175 mg/dL. Dan pada keluarga 2 menunjukkan sikap yang lebih kooperatif terhadap proses pengobatan setelah keluarganya mendapatkan edukasi dengan dibuktikan gula darah 416 mg/dL menjadi 189 mg/dL. Berdasarkan data tersebut dapat dibuktikan bahwa masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga 1 dan 2 teratasi dengan melaksanakan 5 pilar (edukasi,pengaturan diit, olahraga, pemantauan kadar gula darah, meminum obat secara teratur) dapat mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes mellitus. Namun, penderita 1 masih makan diluar jam jadwal yang ditentukan yang dapat menimbulkan tingginya kadar gula darah, keluarga diharapkan lebih intens dalam memperhatikan diet penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Diabetes Mellitus, Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5378">
                <text>AQILATUN NAFISAH &#13;
222402010 &#13;
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5379">
                <text> SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5380">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1338" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5381">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PUTON, DIWEK, JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5382">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat hipertensi ditandai dengan menghentikan obat dalam jangka waktu lama, dengan sengaja melewatkan dosis ataupun mengubah dosis yang diberikan dalam programnya. Prevelensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%, di Jawa Timur 36,3% di Kabupaten Jombang 28% (105.380 penduduk di jombang dari 373.538 penduduk ≥15 tahun yang menderita hipertensi) sedangkan di di Desa Puton 0,2% yang tidak patuh dalam minum obat. Pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan patuh minum obat.Tujuan penelitian ini memberikan asuhan keperawatan keluarga pada penderita hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Desain penelitian yaitu deskriptif/kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan sampel 2 keluarga dilakukan selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Dari hasil penelitian yang dilakukan intervensi, keluarga 1 dan 2 dapat mematuhi minum obat secara teratur, melakukan senam hipertensi 3 kali dalam satu minggu teratur dan mengaja pola makan. Perubahan TD pada partisipan 1 dari 180/100 menjadi 160/90 mmHg, sedangkan pada partisipan 2 dari 175/110 menjadi 130/80mmHg. Terdapat perbedaan dalam pemulihan klien, keluarga 2 menunjukkan perubahan yang lebih cepat dibandingan keluarga 1 dikarenakan keluarga mampu menerapkan edukasi kesehatan yang diberikan. Berdasarkan data tersebut dapat dibuktikan bahwa masalah keperawatan ketidakpatuhan minum obat pada kedua keluarga teratasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan emosional dan fisik sangat penting, karena dapat membantu pasien merasa lebih termotivasi untuk mengikuti pengobatan dan pola hidup sehat. Selain itu dukungan positif dari keluarga dan pengobatan yang tepat dan konsisten juga merupakan faktor pendukung terpenting dalam proses pemulihan. Diharapkan keluarga mampu mempertahankan intervensi dan mampu menjalankan 5 tugas fungsional keluarga dan menerapkan pendidikan kesehatan yang telah diberikan. Kata kunci : Asuhan keperawatan keluarga, Hipertensi, ketidakpatuhan minum obat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5383">
                <text>MOCHAMMAD MAS’AD EFLIN BIFADLILLAH &#13;
222402005   &#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5384">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5385">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1339" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5386">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN MASALAH KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5387">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat di definisikan sebagai kegagalan pasien, baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja, dalam menggunakan Obat sebagaimana diresepkan, Ketidakpatuhan minum Obat dapat dilihat terkait dengan dosis, cara minum obat, waktu minum obat dan periode minum obat yang tidak sesuai dengan aturan. Jenis-jenis ketidakpatuhan meliputi ketidakpatuhan yang disengaja dan ketidakpatuhan yang tidak disengaja. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan asuhan keperawatan pada penderita hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada 2 keluarga yang salah satu dari anggota keluarganya menderita hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat selama 6x kunjungan selama 2 minggu. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang didapatkan dari pasien, keluarga dan petugas kesehatan. Dari data yang didapatkan dibahas dan dibandingkan dengan peneliti terdahulu secara teoritis dengan membandingkan fakta, teori, dan opini, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari asuhan keperawatan selama 6x kunjungan pada pasien 1 dan 2 dengan masalah ketidakpatuhan minum obat berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dapat teratasi. dengan memberikan edukasi kesehatan tentang upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti sebagai intervensi dan implementasi terkait masalah keperawatan ketidakpatuhan minum obat pada keluarga penderita hipertensi. Setelah dilakukan penelitian keluarga dapat merawat anggota keluarganya yang sakit serta dapat mengerti untuk mematuhi minum obat dengan rutin supaya keluarga dapat mencegah terjadinya komplikasi hipertensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Asuhan Keperawatan, hipertensi, ketidakpatuhan minum obat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5388">
                <text>AHMAD EKO RIFKY RAMADHAN&#13;
212302001&#13;
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5389">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5390">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1340" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5391">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI RENDAH PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5392">
                <text>Harga Diri Rendah ialah evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki seseorang. Jika tidak ditangani dengan cepat, hal ini dapat mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan pola pikir negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan harga diri rendah pada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Desain penelitian : Deskripstif/kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan sampel 2 keluarga gangguan jiwa dengan masalah Harga Diri Rendah dilakukan dalam 6 kali kunjungan ke 2 keluarga dengan penerapan SP 1-4. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dan diskusi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa klien 2 dengan faktor dukungan keluarga yang baik cenderung membaik lebih cepat. Klien mampu melakukan kontak mata dengan baik, berinteraksi dengan peneliti, menjalankan aktivitas terjadwal, dan terlihat lebih percaya diri. Sebaliknya, klien 1 menunjukkan proses pemulihan yang lebih lambat dikarenakan faktor dukungan keluarga belum optimal karena kesibukan keluarga. Terdapat perbedaan waktu pemulihan antara kedua klien. Klien dari keluarga 1 memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama karena kurangnya dukungan dari keluarga, sehingga masalah hanya dapat teratasi sebagian. Sementara itu, klien dari keluarga 2 mengalami pemulihan yang lebih cepat karena memperoleh dukungan dari keluarganya, sehingga masalah dapat teratasi sepenuhnya. Keluarga 1 mengalami hambatan karena faktor ekonomi, pendidikan rendah, dan kondisi emosional klien yang tidak stabil. Sebaliknya, keluarga 2 lebih berhasil karena dukungan yang lebih optimal dan respons positif dari klien. Oleh karena itu, keluarga 1 disarankan untuk lebih aktif mendampingi klien, memahami edukasi secara sederhana, serta memanfaatkan dukungan lingkungan dan konsultasi rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Harga Diri Rendah, Keluarga, Asuhan Keperawatan Keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5393">
                <text>FADIA WULANDARI&#13;
222402003&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5394">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5395">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
