<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=3" accessDate="2026-10-21T07:41:30+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>3</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1332" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5351">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK GIZI KURANG (GIRANG) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5352">
                <text>Gizi kurang merupakan salah satu penyakit gizi yang masih menjadi masalah di masyarakat. Masalah gizi pada anak balita dapat memberi dampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan pada 2 partisipan dengan masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang dilakukan selama 2 minggu pada tanggal 19-24 Februari 2024, dengan balita yang berusia 5-6 tahun. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik secara langsung kepada keluarga 1 dan 2. Hasil yang didapatkan pada keluarga 1 dan keluarga 2 yaitu masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada balita gizi kurang teratasi sebagian, yang ditandai dengan keluarga dalam proses meningkatkan status gizi balita, keluarga dapat merawat anggota keluarga yang sakit, Keluarga mampu menerapkan program perawatan, Keluarga mampu melakukan tindakan untuk mengurangi resiko, keluarga mendapatkan informasi kesehatan yang luas dan rutin mengunjungi posyandu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Gizi kurang, Asuhan Keperawatan Keluarga, Manajemen kesehatan tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5353">
                <text>ZERMIA PUJI ATMASARI&#13;
2123020118&#13;
PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5354">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5355">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1331" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5346">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK STUNTING DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5347">
                <text>Masalah kesehatan stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Kejadian balita pendek atau sering disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Tujuan penelitian ini ialah melakukan Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Salah Satu Anggota Keluarga Mengalami Stunting Pada Anak Dengan Masalah Keperawatan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu pada dua keluarga yang memiliki anak stunting dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penyajian data menggunakan teks narasi dan tabel. Masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga 1 teratasi sebagian, dan pada keluarga 2 teratasi. Dibuktikan dengan kedua keluarga telah memahami pengertian, penyebab, dan tanda gejala, serta akibat dari stuntig dan melakukan cara merawat anggota keluarga stunting, Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan mempraktikan pengetahuan dan cara perawatan anak dengan stunting dengan baik di rumah. Dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang masalah anak stunting melalui fokus intervensi yang lain, seperti pemantauan posyandu, imunisasi, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Stunting, Keluarga, Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5348">
                <text>RAMA INDRA EKA LESMANA&#13;
212302012&#13;
PRODI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5349">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5350">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1330" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5341">
                <text>EFEKTIVITAS ROM PASIF PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA PENDERITA STROKE DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5342">
                <text>Pendahuluan : Penderita Stroke dapat mengalami kesulitan saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak, sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Stroke adalah berkurangnya suplai darah keotak dapat berubah (makin lambat atau cepat) pada gangguan lokal atau oleh karena gangguan umum Latihan ROM adalah salah satu bentuk intervensi fundamental perawat yang merupakan bagian dari proses rehabilitas pada pasien stroke Metode : desain penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan subyek penelitian adalah 2 keluarga yang salah satunya anggotanya menderita hipertensi dengan ketidakpatuhan minum obat. Hasil dan analisa : Keluarga 1 mampu memahami dengan baik apa yang telah di jelaskan oleh peneliti hal tersebut dibuktikan dengan sudah bisa menjelaskan kembali cara merawat yang telah di anjurkan dan keluarga juga sudah bisa melakukan Rom Aktif yang sudah di ajarkan dan saat kunjungan 3, keluarga mampu merawat klien dengan menerapkan ROM pasif dan kunjungan 5, klien mampu menggerakkan tangan sebelah kanan , Sedangkan partisipan 2 sudah megetahui cara merawat anggota keluarganya yang sakit dengan pentingnya menjaga pola makan,dan melakukan Rom Aktif yangsudah di ajarkan tetapi masih kesulitan untuk bergerak dikarenakan sudah terlalu lama otot otot nya menurun Kesimpulan : Implementasi yang lebih efektif untuk diberikan kepada keluarga 1 dan 2 yaitu memberikan health education atau pendidikan kesehatan mengenai Stroke yaitu : penengertian, tanda dan gejala, penyebab, menjaga pola makan dan cara merawat keluarga dengan Stroke serta memeliharakesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan ke faskes. Sehingga keluarga dapat meningkatkan 5 tugas keluarga. Selama penelitian tidak ada hambatan karena kedua klien kooperatif saat dilakukan asuhan keperawtan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Stroke, ROM, Peran keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5343">
                <text>REVAL OKTABARA&#13;
212302013&#13;
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5344">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5345">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1329" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5336">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA GANGGUAN JIWA DENGAN MASALAH HARGA DIRI RENDAH DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5337">
                <text>Harga Diri Rendah adalah evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki seseorang. Jika tidak ditangani dengan cepat, hal ini dapat mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan pola pikir negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Dampaknya dapat mencakup kecenderungan untuk menyendiri dan menurunnya aktivitas individu. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya peran keluarga dalam membantu pemulihan pasien dengan harga diri rendah. Dukungan dan penilaian positif dari keluarga memiliki dampak besar dalam mengatasi masalah ini. Melalui studi kasus dan perawatan keluarga, penelitian ini mengilustrasikan bagaimana keluarga dapat memengaruhi proses penyembuhan pasien. Hasil penelitian dengan metode asuham keperawatan selama 6 kali kunjungan dengan SP 1-4 kepada 2 keluarga tercapai menunjukkan bahwa klien 2 dengan dukungan keluarga yang baik cenderung membaik lebih cepat. Mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan, menjalankan aktivitas, dan mengikuti intervensi dengan baik. Keluarga juga mampu memahami kondisi pasien dan mengatasi kambuhnya. Dibandingkan keluarga 1 yang waktu lebih lama dalam masalah teratasi karena dukungan keluarga belum optimal dan kesibukan keluarga dalam merawat anggota keluarga. Meskipun demikian, ada perbedaan dalam waktu pemulihan antara keluarga satu dan keluarga lainnya. Keluarga pertama memerlukan waktu lebih lama karena kurangnya dukungan dan kesibukan mereka. Sementara keluarga kedua lebih cepat dalam memperbaiki kondisi pasien karena dukungan dan pemahaman yang baik. Kesimpulannya diharapkan keluarga bisa menjalankan semua 5 tugas keluarga yaitu meningkatkan kesehatan fasilitas yang ada di lingkunganya serta menerapkan edukasi yang telah diberikan peneliti . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Harga Diri Rendah,Keluarga,Asuhan Keperawatan Keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5338">
                <text>RIA ANGELINA DEWI RAHAYU&#13;
212302017&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5339">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5340">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1328" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5331">
                <text>PENDIDIKAN GIZI SEIMBANG "ISI PIRINGKU" SEBAGAI INTERVENSI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK GIZI KURANG DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5332">
                <text>Gizi kurang merupakan keadaan ketika berat badan anak tidak sesuai dengan tinggi badannya akibat kurangnya asupan gizi pada anak. Tujuan penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan Pendidikan Gizi Seimbang “Isi Piringku” dalam mengatasi anak gizi kurang di Desa Puton. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu pada dua keluarga yang memiliki anak gizi kurang dengan masalah keperawatan defisit nutrisi di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penyajian data menggunakan teks narasi dan tabel. Masalah defisit nutrisi pada kedua keluarga belum teratasi, dibuktikan dengan kedua keluarga memahami pengetahuan tentang standar asupan nutrisi yang tepat, namun tidak ada kenaikan nafsu makan dan berat badan pada kedua partisipan. Hal tersebut didukung dengan diare pada partisipan 1 belum menurun, dan mukosa masih pucat pada partisipan 2. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan mempraktikan pengetahuan dan cara perawatan anak dengan gizi kurang dengan baik di rumah. Dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang masalah anak gizi kurang melalui fokus intervensi yang lain, seperti pemantauan posyandu, imunisasi, pemberian vitamin A, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Gizi Kurang, Keluarga, Pendidikan Gizi Seimbang “Isi Piringku”</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5333">
                <text>AYU FADIA RAHMA&#13;
212302022&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5334">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5335">
                <text>2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1327" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5326">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI DESA PUTON KEC. DIWEK KAB. JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5327">
                <text>Halusinasi pendengaran merupakan , salah satu gejala yang sering ditemui pada individu dengan gangguan jiwa , seperti skizofrenia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi individu secara personal, tetapi juga memberikan dampak terhadap keluarga sebagai sistem pendukung utama.penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 x kunjungan dalam 2 minggu. Mulai tanggal 5 april 2025 – 16 april 2025, pada 2 keluarga yang memiliki anggota keluarga menderita gangguan jiwa dengan halusinasi pendengaran dan tinggal di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi terstruktur yang berpedoman pada instrumen studi kasus berupa format asuhan keperawatan keluarga STIKES Pemkab Jombang dan disajikan dalam teks narasi dan tabel. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa awalnya keluarga klien I tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan pasien 1 mengalami gangguan halusinasi 3-4 kali per bulan , sedangkan keluarga 2 juga tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit, dan pasien 2 mengalami halusinasi 1-2 kali per minggu. Setelah dilakukan asuhan keperawatan halusinasi pada akhir kunjungan, Pada keluarga 1 Klien masih sulit untuk menghardik halusinasi,keluarga aktif memberikan dukungan kepada pasien.untuk keluarga 2 klien masih sulit untuk menghardik halusinasi, sedikit bercakap cakap dengan orang lain.keluarga kurang optimal dalam perawatan klien kurang menunjukkan sikap dukungan pada klien. Keterlibatkan emosional dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam proses pemulihan. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dalm intervensi keperawatan harus terus dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa. keluarga 1 diharapkan untuk tetap mempertahankan intervensi yang diberikan dan untuk keluarga 2 diharapkan lebih mengoptimalkan untuk dukungan pada pasien dan mempertahankan intervensi yang diberikan dengan cara meningkatkan komunikasi ,serta menghindari sikap menghakimi atau menolak pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Halusinasi;keluarga;skizorfenia;metode;menghardik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5328">
                <text>FIKA AMELIA&#13;
222402004&#13;
PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5329">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5330">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1326" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5321">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADAANAK STUNTING DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN DI DESA PUTON DIWEK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5322">
                <text>Stunting is a growth development disorder experienced by toddlers suffering from malnutrition. Stunting can be a serious threat to the quality of Indonesia's human resources. It is essential for families with stunted children to have good knowledge in providing care. The purpose of this study was to analyze Family Nursing Care for stunted children with knowledge deficit nursing problems in Puton Village Diwek. This study used a case study method consisting of assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The study was conducted in the working area of Cukir Health Center for 6 visits within 2 weeks. The subjects of this case study were 2 families with stunted children with knowledge deficit nursing problems the provision of health education in Puton Village, Diwek. Data collection methods: interviews, observation, documentation. Before the intervention, it was found that 2 families did not know about stunting, as evidenced by the pretest scores of family knowledge 1 being 50 out of 100 in the poor category and the pretest score of family 2 being 40 out of 100 in the poor category. After the intervention for 6 x 24 hours for 30-60 minutes, the results showed that the family nursing problem of knowledge deficit was resolved with the results of Family 1 being able to understand and know about stunting well and correctly with a post-test score of 100 in the excellent category, while Family 2 was able to understand about stunting well and correctly with a post-test score of 90 in the excellent category. It is expected that families can maintain and practice proper care for stunted children and provide full support for the participant's success. It is expected that future researchers can conduct research on stunting through other intervention focuses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords : Familly nursing care, Stunting, Knowledge Deficit, Health</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5323">
                <text>ELSA VENA NAVARA&#13;
222402012&#13;
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5324">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5325">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1325" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5316">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENDERITA STROKE DENGAN MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5317">
                <text>Stroke merupakan masalah kesehatan global yang menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian dan ketiga sebagai penyebab disabilitas di dunia. Salah satu dampak utama dari stroke adalah gangguan mobilitas fisik yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya. Gangguan ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi seperti kekakuan sendi, komplikasi ortopedi, dan atrofi otot. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada salah satu anggota keluarga menderita stroke dengan masalah gangguan mobilitas fisik, karena dukungan keluarga yang optimal dapat membantu memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari (ADL), yang pada akhirnya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita stroke dengan gangguan mobilitas, melalui enam kali kunjungan dalam dua minggu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan dengan intervensi ROM aktif dan pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua keluarga mampu merawat anggota keluarganya secara mandiri, dan setelah dilakukan latihan gerak ROM aktif dan pasif , terdapat peningkatan kekuatan otot dari tingkat 3 menjadi 4 diekstremitas atas dan bawah. Masalah gangguan mobilitas fisik pada kedua keluarga berhasil diatasi, hal ini yang paling mempengaruhi keberhasilan pemulihan mobilitas fisik pada pasien stroke meliputi tingkat keparahan stroke, usia, kesehatan umum, kepatuhan terapi, dukungan sosial, kondisi psikologis, akses layanan, dan jenis terapi. Diharapkan keluarga dapat terus menerapkan pengetahuan tentang perawatan stroke dan melakukan latihan ROM aktif secara mandiri guna mencegah komplikasi lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Stroke, Gangguan Mobilitas Fisik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5318">
                <text>TRIANUR ASIYAH&#13;
222402024&#13;
PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5319">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5320">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1324" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5311">
                <text>EDUKASI PADA ANGGOTA KELUARGA HIPERTENSI DENGAN MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN DI DESA PUTON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5312">
                <text>Gaya dan pola hidup terutama pola makan masyarakat berdampak besar terhadap peningkatan hipertensi. Kurangnya informasi dan pengetahuan dapat berpengaruh terhadap perawatan pada keluarga yang menderita hipertensi dan memicu terjadinya komplikasi. Edukasi di berikan guna untuk memperluas pengetahuan seseorang, karena dengan pemberian edukasi mampu meningkatkan pemahaman pada keluarga yang mengalami hipertensi. Dukungan keluarga juga perlu dilibatkan dalam proses perawatan keluarga hipertensi, karena dengan adanya dukungan mampu membuat pasien menjadi lebih nyaman,mengurangi stress, dan meningkatkan motivasi dalam menjalani perawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan asuhan keperawatan pada salah satu keluarga yang menderita Hipertensi dengan masalah defisit pengetahuan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan uji keabsahan melalui uji triangulasi pada pasien dan petugas kesehatan. Hasil yang didapatkan dari pemberian edukasi tentangHipertensi , kedua keluarga mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai pre-test dan post tes pengisian kuesioner tingkat pengetahuan mengenai Hipertensi pada keluarga 1, yaitu 0% menjadi 100% dan keluarga 2, yaitu 30% menjadi 100%, serta kedua keluarga mengalami penurunan tekanan darah pada keluarga 1 dari 165/100mmHg menjadi 145/90mmHg dan keluarga 2 dari 170/110mmHg menjadi 140/95mmHg. Masalah Defisit Pengetahuan pada kedua keluarga teratasi. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan mempraktikkan pengetahuan cara perawatan keluarga yang menderita hipertensi dengan menerapkan perilaku PATUH dan CERDIK guna mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Hipertensi, Edukasi, Defisit pengetahuan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5313">
                <text>SYEILA AMI FATHIHAH&#13;
NIM : 222402022&#13;
PROGRAM STUDI DII KEPERAWATAN &#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5314">
                <text>STIKES PEMKAB JOMBANG &#13;
&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5315">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1323" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5306">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5307">
                <text>Diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar, prevelensi peningkatan DM di Indonesia menduduki peringkat ke lima di dunia. Dengan adanya gangguan sekresi insulin yang tidak tekontrol pada pasien DM muncul masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah yang dapat mengakibatkan komplikasi kerusakan dan kegagalan berbagai organ terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kematian. Sehingga peran keluarga sangat dibutuhkan dalam mendukung kesehatan dengan menerapkan 5 pilar DSME (Diabetes Self Manajemen Edukasi) sehingga komplikasi bisa dapat di minimalkan . Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan asuhan keperawatan pada dua keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita Diabetes melitus dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang, dilakukan dengan uji keabsahan triagulasi selama 6 kali kunjungan dalam 2 minggu. Diketahui sebelum dilakukan tindakan kedua partisipan mengatakan tidak mampu merawat anggota yang sakit. Setelah dilakukan intervensi masalah teratasi sebagian dengan hasil keluarga mampu melaksanakan 5 pilar DSME didapatkan perbedaan angka kadar gula yaitu keluarga 1 Terdapat penurunan hasil tes GDA partisipan 1 pada kunjungan terakhir dari 280 mg/dl menjadi 220 mg/dl mematuhi diit rendah gula, rutin minum obat, konsumsi air putih. Sedangkan pada keluarga 2 tidak terlalu signifikan penurunannya yaitu dari 431 mg/dl menjadi 387 mg.dl, yang berarti partisipan 2 mengalami penurunan kadar GDA 44 mg/dl. dan kurang maksimal dalam mengatur diit rendah gula. Sehingga berdasarkan data tersebut yang membedakan antara keluarga 1 dan 2 adalah faktor diet makanan pantangan dan olahraga sehingga keidakstabilan kadar glukosa darah dapat teratasi sebagian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga,Diabetes Melitus, ketidakstabilan kadar glukosa darah, 5 pilar DSME</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5308">
                <text>MARIYA YUNITA&#13;
222402021&#13;
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5309">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5310">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
