<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=71&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-10-31T04:46:18+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>71</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1157" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4566">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN DENGAN EDUKASI KESEHATAN PADA PENDERITA TUBERCOLOSIS PARU DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4567">
                <text>Edukasi Kesehatan merupakan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan, mencegah timbulnya kembali penyakit dan memulihkan penyakit. Defisit pengetahuan merupakan kurangnya pengetahuan pada suatu masalah. Tujuan dari peneliti ini ialah melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah defisit pengetahuan dengan edukasi kesehatan pada penderita TB Paru. Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus kepada 2 keluarga yang menderita tubercolosis paru dengan deficit pengetahuan di desaputon, selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan pada 13 – 25 April 2023, dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada penderita TB paru dengan pengumpulan data, analisa data uji keabsahan dilakukan dengan memperpanjang waktu pengamatan, penelitian, tindakan, menggali informasi, dan hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya. data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi (WOD). Hasil penelitian didapatkan perubahan peningkatan pengetahuan, dibuktikan dengan partisipan mampu menjawab tentang pengetahuan tuberculosis paru, hasil nilai quisioner meningkat dari 55 menjadi 80, keluarga juga sudah tidak menanyakan masalah TB Paru dan sudah mengetahui perawatan terutama pada diet tinggi kalori dan tinggi protein serta memodifikasi lingkungan rumah. Sedangkan pada keluarga 2 terdapat perbedaan yaitu pada nilai quisionerdari 60 menjadi 90. Keluarga sudah tidak menanyakan penyebab TB Paru dan tidak menganggap bahwa TB Paru merupkan penyakit keturunan. Masalah defisit pengetahuan teratasi dengan dilakukan penatalaksanaan edukasi kesehatan pada keluarga tentang perawatan pada penderita tuberculosis paru, pencegahan dan penularan serta pengawasan OAT dan kepatuhan minum obat. Demi mempertahankan pengetahuan tentang tuberculosis paru, keluarga dianjurakan untuk tetap melakukan control dan berkonsultasi kepelayanan Kesehatan terdekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Tuberculosis paru, defisit pengetahuan, keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4568">
                <text>YULIANA&#13;
202202017&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4569">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4570">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1327" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5326">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI DESA PUTON KEC. DIWEK KAB. JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5327">
                <text>Halusinasi pendengaran merupakan , salah satu gejala yang sering ditemui pada individu dengan gangguan jiwa , seperti skizofrenia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi individu secara personal, tetapi juga memberikan dampak terhadap keluarga sebagai sistem pendukung utama.penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 x kunjungan dalam 2 minggu. Mulai tanggal 5 april 2025 – 16 april 2025, pada 2 keluarga yang memiliki anggota keluarga menderita gangguan jiwa dengan halusinasi pendengaran dan tinggal di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi terstruktur yang berpedoman pada instrumen studi kasus berupa format asuhan keperawatan keluarga STIKES Pemkab Jombang dan disajikan dalam teks narasi dan tabel. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa awalnya keluarga klien I tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan pasien 1 mengalami gangguan halusinasi 3-4 kali per bulan , sedangkan keluarga 2 juga tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit, dan pasien 2 mengalami halusinasi 1-2 kali per minggu. Setelah dilakukan asuhan keperawatan halusinasi pada akhir kunjungan, Pada keluarga 1 Klien masih sulit untuk menghardik halusinasi,keluarga aktif memberikan dukungan kepada pasien.untuk keluarga 2 klien masih sulit untuk menghardik halusinasi, sedikit bercakap cakap dengan orang lain.keluarga kurang optimal dalam perawatan klien kurang menunjukkan sikap dukungan pada klien. Keterlibatkan emosional dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam proses pemulihan. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dalm intervensi keperawatan harus terus dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa. keluarga 1 diharapkan untuk tetap mempertahankan intervensi yang diberikan dan untuk keluarga 2 diharapkan lebih mengoptimalkan untuk dukungan pada pasien dan mempertahankan intervensi yang diberikan dengan cara meningkatkan komunikasi ,serta menghindari sikap menghakimi atau menolak pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Halusinasi;keluarga;skizorfenia;metode;menghardik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5328">
                <text>FIKA AMELIA&#13;
222402004&#13;
PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5329">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5330">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1145" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4506">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA SKIZOFRENIA DI DESA GROGOL KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4507">
                <text>Skizofrenia merupakan perubahan perilaku karena kendala dalam pikiran, sikap, dan emosi yang menghambat fungsi sebagai manusia. Keparahan pada skizofrenia dapat menimbulkan masalah lain seperti halusinasi yang merupakan keadaan dimana penderita merasakan stimulus yang tidak nyata dan penderita berisiko untuk mencelakai diri dan lingkungannya. Masalah halusinasi pada keluarga perlu diatasi melalui penatalaksanaan asuhan keperawatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan selama 6 kunjungan dalam 2 minggu, mulai tanggal 15 sampai 30 April 2023, pada dua keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita skizofrenia dengan halusinasi pendengaran dan tinggal di Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi terstruktur yang berpedoman pada instrumen studi kasus berupa format asuhan keperawatan keluarga STIKES Pemkab Jombang dan disajikan dalam teks narasi dan tabel. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa awalnya keluarga klien 1 tidak mampu memodifikasi lingkungan yang mempengaruhi kondisi kesehatan keluarga dan pasien 1 mengalami halusinasi satu atau dua kali per minggu, sedangkan keluarga klien 2 tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan pasien 2 mengalami halusinasi dua atau tiga kali per bulan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan terjadi peningkatan kemampuan keluarga klien 1 dalam memodifikasi lingkungan dan keluarga klien 2 dalam merawat anggota keluarga yang sakit, serta pasien 1 dan pasien 2 tidak mengalami halusinasi pendengaran pada akhir kunjungan. Diharapkan klien dan keluarga dapat mempertahankan perawatan klien dengan halusinasi pendengaran dengan baik di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Asuhan keperawatan keluarga, halusinasi pendengaran, skizofrenia, strategi pelaksanaan keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4508">
                <text>MUHAMMAD AGUNG WIBOWO&#13;
202202012&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4509">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4510">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1310" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5250">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH HARGA &#13;
DIRI RENDAH PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI &#13;
GANGGUAN JIWA DI DESA PUTON&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5251">
                <text>harga diri rendah, skizofrenia&#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5252">
                <text>Harga diri rendah adalah suatu kondisi individu yang menilai dirinya tidak mempunyai&#13;
kemampuan positif. Dan apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan masalah lain&#13;
seperti kebiasaan mengurung diri. Tujuan dari penelitian studi kasus ini untuk memberikan&#13;
asuhan keperawatan keluarga dengan masalah harga diri rendah pada salah satu anggota yang&#13;
mengalami gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek 2&#13;
keluarga yang salah satu anggotanya mengalami harga diri rendah. Penelitian dilakukan di&#13;
wilayah kerja Puskesmas Cukir selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Proses&#13;
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari&#13;
penelitian didapatkan SP 1-4 masalah teratasi ditandai dengan keluarga mampu merawat&#13;
anggota yang sakit dan dapat mempraktekkan intervensi yang telah diberikan peneliti, klien 1&#13;
sudah mau berinteraksi dengan orang lain dan tampak melamun berkurang. Sedangkan hasil&#13;
dari penelitian Klien 2 SP 1-4 keluarga masalah teratasi ditandai dengan keluarga mampu&#13;
menjelaskan tentang penyebab dan tanda gejala gangguan jiwa serta keluarga mampu&#13;
mempraktekkan intervensi yang telh diberi peneliti. Klien 2 sudah tidak tampak cemas.&#13;
Kedua klien mampu melakukan aktivitas harian sesuai jadwal yang telah dibuat. Perbedaan,&#13;
klien 1 lebih cepat teratasi karena dukungan keluarga yang konsisten dalam menerapkan&#13;
intervensi, sedangkan klien 2 lebih lambat karena keluarga terkadang tidak konsisten dalam&#13;
menerapkan intervensi. Kesimpulan, diharapkan keluarga bisa menjalankan salah satu lima&#13;
tugas keluarga yaitu meningkatkan kesehatan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada serta&#13;
menerapkan edukasi yang telah diberikan peneliti. Dan diharapkan keluarga juga selalu&#13;
memberi support atas kemampuan positif klien, lebih sabar dalam merawat klien</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5253">
                <text>NANDA DEWI MASITOH &#13;
202202013 &#13;
Prodi Diploma Keperawatan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5254">
                <text>Stikes Pemkab Jombang</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5255">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1192" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4657">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI DESA PUTON KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4658">
                <text>Isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana individu mengalami penurunan dalam berinteraksi atau bahkan tidak mampu mengalami interaksi terhadap orang di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga yang menderita isolasi sosial. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus berupa pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Puton Kabupaten Jombang selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Subjek studi kasus ini adalah 2 orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu pada salah satu anggota keluarga yang menderita skizofrenia dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari asuhan keperawatan ini adalah masalah isolasi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit pada keluarga 1 hasil yang dicapai sampai SP 3 yaitu keluarga mengatakan Ny.Y mau diajak bersosialisasi di rumah tetangga (belanja ke warung), dan Ny.Y mau berbincangbincang dengan 2 orang sedangkan keluarga 2 sudah tercapai sampai SP 4. Keluarga mengatakan Ny.D mau diajak mengikuti arisan keluarga dan Ny.D sudah mengetahui pentingnya sosialisasi di lingkungan sekitar . Perbedaan hasil antara keluarga 1 dan 2 disebabkan karena pada keluaga 1 faktor usia anggota keluarga yang merawat Tn.S sudah berumur 65 tahun, pendidikan terakhir SD, ekonomi yang kurang mencukupi dan kurangnya dukungan pada Ny.Y karena Tn.S sibuk bekerja. Pada Keluarga 2 lebih cepat teratasi karena faktor usia anggota keluarga Tn.A masih 40 tahun, pendidikan terakhir SMP, dan adanya dukungan keluarga karena Tn.A lebih sering di rumah. Masalah isolasi sosial teratasi sebagian dengan mempertahankan intervensi. Untuk memperoleh hasil yang maksimal diharapkan keluarga untuk lebih sabar dalam merawat anggota keluarga yang mengalami isolasi sosial, sering mengajak klien berbincang-bincang, memberi aktivitas pada klien dalam kegiatan rumah tangga yang melibatkan orang lain, dan mengajak klien untuk mengikuti kegiatan bersosialisasi yang ada di masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: isolasi sosial, skizofrenia, strategi pelaksanaan keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4659">
                <text>AYU NIKMATUL SA’DIYAH&#13;
202202005&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4660">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4661">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1342" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5401">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI DESA PUTON, DIWEK, JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5402">
                <text>Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu menderita adanya penurunan dan tidak dapat bersosialisasi pada orang disekitarnya, dikarenakan dirinya merasa bahwa orang lain yang melakukan penolakan terhadap dirinya. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan keperawatan keluarga pada anggota keluarga yang menderita isolasi sosial dilakukan di Desa Puton Kabupaten Jombang. Desain penelitian : Studi kasus deskriptif/kualitatif dengan sampel dua keluarga dilakukan selama dua minggu dengan enam kali kunjungan. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa klien 2 memiliki perubahan yang lebih cepat. Klien mampu berinteraksi dengan orang lain, perilaku menarik diri menurun, dan mengikuti intervensi dengan baik. Keluarga juga dapat belajar bagaimana merawat pasien yang diisolasi sosial.Sedangkan klien 1 menunjukkan proses pemulihan lebih lambat dikarenakan faktor usia keluarga yang sudah lanjut usia dan kurang mampu dalam memahami cara perawatan untuk keluarga yang sakit. Terdapat perbedaan dalam pemulihan klien. Keluarga 1 memerlukan waktu lebih lama karena kesibukan keluarga mencukupi kebutuhan dan faktor usia. Sedangkan keluarga 2 lebih cepat karena dukungan dan pemahaman yang baik meskipun dalam status ekomoni masih kurang mencukupi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang optimal terbukti dapat mempercepat pemulihan klien dengan isolasi sosial. Selain itu faktor usia, status ekomoni, dan pendidikan keluarga juga sangat mempengaruhi proses pemulihan. Asuhan keperawatan yang efektif dalam membantu proses pemulihan, terutama jika keluarga mampu menjalankan 5 tugas fungsional keluarga dan menerapkan pendidikan kesehatan yang telah diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Isolasi Sosial, Strategi Pelaksanaan Keluarga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5403">
                <text>CIKITA ADELIA&#13;
222402002&#13;
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5404">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5405">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1215" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4772">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KECEMASAN PADA IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4773">
                <text>Kecemasan pada ibu hamil dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan dukungan dari keluarga, masyarakat maupun lingkungan. Kecemasan pada ibu hamil dapat dilihat dari perilaku ibu hamil yang gelisah, takut secara berlebihan hingga kesulitan tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuh keperawatan keluarga dengan masalah kecemasan pada ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Proses pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Cukir selama 6 kali kunjungan dalam 1 minggu. Dengan kriteria partisipan berjumlah 2 keluarga dengan ibu hamil primigravida usia 38 minggu dengan masalah kecemasan. Hasil dari asuhan keperawatan dari keluarga 1 dan keluarga 2 didapatkan tingkat kecemasan menurun dibuktikan dengan keluarga mampu merawat dan mengatasi kecemasan pada ibu hamil secara mandiri dan pada partisipan mampu melakukan terapi napas dalam untuk mengurangi rasa cemasnya dan terbukti perasaan cemas pada ibu hamil berkurang. Masalah kecemasan pada ibu hamil dalam penelitian ini yaitu penatalaksanaannya dengan menganjurkan agar keluarga selalu menemani, memberikan dukungan dan motivasi pada ibu hamil. Ibu hamil dianjurkan untuk selalu berpikir positif dan melakukan terapi relaksasi napas dalam saat mengalami kecemasan. Terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil keluarga 1 dan keluarga 2, akan tetapi keluarga tetap diajurkan untuk berobat ke fasiilitas kesehatan apabila gejala memberat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kecemasan, Asuhan Keperawatan Keluarga, Ibu Hamil</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4774">
                <text>ACHMAD SUDARYONO&#13;
202202018&#13;
PRODI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4775">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4776">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1292" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5154">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KETIDAKMAMPUAN KOPING KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARAGA YANG MENDERITA STROKE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5155">
                <text>Stroke merupakan kelainan penurunan kualitas pembuluh darah otak, hal ini disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan timbul secara mendadak dengan gejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah yang terganggu. Stroke dapat dicegah dengan menjaga pola hidup sehat karena banyak orang terkena stroke disebabkan oleh gaya hidup mereka yang tidak sehat. Untuk penderita stroke dianjurkan melakukan latihan aktifitas sedikit demi sedikit agar tidak mengalami kekakuan otot tujuannya untuk meningkatkan fungsi otot yang telah menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah ketidakmampuan koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita stroke. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Blimbing, Jombang. Selama 6 kali kunjungan dalam 2 minggu pada tanggal 12 Juni – 17 Juni 2021 dengan subyek 2 keluarga dengan kriteria perempuan, berusia 40 – 60 tahun, penderita stroke dengan masalah ketidakmampuan koping kelurga dalam merawat penderita. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Uji keabsahan dengan memperpanjang waktu pengamatan, menggali sumber informasi data pengkajian dari tiga sumber data utama yaitu klien, keluarga, dan tenaga kesehatan yang praktik diwilayah tersebut, hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya. Hasil dari asuhan keperawatan didapatkan pada kedua keluarga dengan masalah ketidakmampuan koping keluarga teratasi yang ditandai dengan keluarga lebih peduli dalam merawat dengan penderita. Kesimpulan dari karya tulis ilmiah ini adalah keluarga mampu merawat sehingga masalah koping keluarga dapat teratasi dan tidak menimbulkan komplikasi karena kurangnya perawatan yang dilakukan oleh keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Stroke, Ketidakmampuan koping keluarga, Asuhan keperawatan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5156">
                <text>IMELDHA TIARA PUTRI&#13;
182002015&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5157">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5158">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1338" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5381">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PUTON, DIWEK, JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5382">
                <text>Ketidakpatuhan minum obat hipertensi ditandai dengan menghentikan obat dalam jangka waktu lama, dengan sengaja melewatkan dosis ataupun mengubah dosis yang diberikan dalam programnya. Prevelensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%, di Jawa Timur 36,3% di Kabupaten Jombang 28% (105.380 penduduk di jombang dari 373.538 penduduk ≥15 tahun yang menderita hipertensi) sedangkan di di Desa Puton 0,2% yang tidak patuh dalam minum obat. Pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan patuh minum obat.Tujuan penelitian ini memberikan asuhan keperawatan keluarga pada penderita hipertensi dengan masalah ketidakpatuhan minum obat di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Desain penelitian yaitu deskriptif/kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan sampel 2 keluarga dilakukan selama 2 minggu dengan 6 kali kunjungan. Dari hasil penelitian yang dilakukan intervensi, keluarga 1 dan 2 dapat mematuhi minum obat secara teratur, melakukan senam hipertensi 3 kali dalam satu minggu teratur dan mengaja pola makan. Perubahan TD pada partisipan 1 dari 180/100 menjadi 160/90 mmHg, sedangkan pada partisipan 2 dari 175/110 menjadi 130/80mmHg. Terdapat perbedaan dalam pemulihan klien, keluarga 2 menunjukkan perubahan yang lebih cepat dibandingan keluarga 1 dikarenakan keluarga mampu menerapkan edukasi kesehatan yang diberikan. Berdasarkan data tersebut dapat dibuktikan bahwa masalah keperawatan ketidakpatuhan minum obat pada kedua keluarga teratasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan emosional dan fisik sangat penting, karena dapat membantu pasien merasa lebih termotivasi untuk mengikuti pengobatan dan pola hidup sehat. Selain itu dukungan positif dari keluarga dan pengobatan yang tepat dan konsisten juga merupakan faktor pendukung terpenting dalam proses pemulihan. Diharapkan keluarga mampu mempertahankan intervensi dan mampu menjalankan 5 tugas fungsional keluarga dan menerapkan pendidikan kesehatan yang telah diberikan. Kata kunci : Asuhan keperawatan keluarga, Hipertensi, ketidakpatuhan minum obat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5383">
                <text>MOCHAMMAD MAS’AD EFLIN BIFADLILLAH &#13;
222402005   &#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5384">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5385">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1346" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5421">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KETIDAKPATUHAN PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN PEMBERIAN EDUKASI DIET 3J</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5422">
                <text>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah ketidakpatuhan diet pada salah satu anggotanya menderita diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan studi kasus yang dilaksanakan 6 kali kunjungan selama 2 minggu mulai tanggal 15-28 April 2025 pada 2 keluarga yang mempunyai anggota menderita diabetes melitus di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dan disajikan dalam bentu teks narasi dan tabel. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pada partisipan 1 terjadi peningkatan kemampuan merawat anggota keluarga menderita diabetes dan peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi. Hal ini diikuti dengan penurunan kadar gula darah acak dari 265 mg/dl menjadi 112 mg/dl disertai perbaikan gejala berupa hilangnya poliura malam hari dan rasa lapar berlebih. demikian pula, partisipan 2 menunjukkan peningkatan dalam ketrampilan perawatan keluarga menderita diabetes dan pemahaman tentah diet 3J, dengan penururnan kadar gula darah acak dari 251 mg/dl menjadi 118 mg/dl serta gejala poliuria malam hari juga tidak lagi dialami. Didapatkan data subjektif pada kedua partisipan yakni keluarga mengatakan sudah mengetahui cara merawat anggota keluarga yang sakit dengan menerapkan diet 3J. Pemberian edukasi diet 3J disertai dukungan keluarga secara berkesinambungan efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalankan diet 3J untuk mengurangi kadar gula darah sehingga dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Diabetes Melitus, Keluarga, Diet 3J, ketidakpatuhan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5423">
                <text>DWI RATNASARI &#13;
222402011 &#13;
PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN &#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5424">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5425">
                <text>2025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
