<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://repository.stikespemkabjombang.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=9" accessDate="2026-10-24T19:17:27+00:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>9</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1302</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1270" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5044">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DUSUN BANJARANYAR KECAMATAN PETERONGAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5045">
                <text>Pendahuluan : Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Pengetahuan yang baik tentang hipertensi dan diet yang sehat sangat penting untuk mencapai kepatuhan diet yang optimal. Kepatuhan diet hipertensi yang tepat dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi resiko komplikasi yang terkait dengan hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet lansia hipertensi di Posyandu lansia Dusun Banjaranyar Kecamatan Peterongan. Metode : Desain penelitian korelational dengan pendekatan Cross Section. Populasi sebanyak 21 lansia yang menderita hipertensi. Sampel seluruh lansia yang menderita hipertensi sebanyak 21 menggunakan Total Populasi. Variabel Independent Pengetahuan diet lansia Variabel Dependen Kepatuhan diet lansia dengan instrument kuesioner. Hasil : Menunjukkan hampir setengah (47,6%) responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 10. Sebagian besar responden (57,1%) memiliki kepatuhan diet dalam kategori patuh sebanyak 12 responden. Analisa : Uji Spearman Rank (p=0,000)&amp;lt;(a=0,05) dan nilai r=0,453 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan diet lanisa. Keeratan hubungan antara dua variabel sebesar 0,453 cukup kuat. Pembahasan : kepatuhan diet pada lansia dipengaruhi oleh pengetahuan, selain itu kepatuhan diet juga dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, lama menderita dan dukungan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Diet, Hipertensi, Kepatuhan, Lansia, Pengetahuan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5046">
                <text>Fitria Salsabila&#13;
NIM. 191401021&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5047">
                <text>STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5048">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1269" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5039">
                <text>HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DUSUN KRAJAN DESA CURAH MALANG SUMOBITO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5040">
                <text>Pendahuluan : Faktor sosial ekonomi secara tidak langsung berkaitan dengan perkembangan status gizi balita di sebuah keluarga. Jika status sosial ekonomi rendah maka kebutuhan gizi akan kurang terpenuhi sehingga balita akan memiliki stuatus gizi kurang. Faktor yang mempengaruhi status gizi balita di antaranya tinggat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan status gizi pada balita di Dusun Krajan Desa Curah Malang Sumobito. Metode : Desain penelitian menggunakan Analitik Korelasi pendekatan cross sectional pada ibu yang memiliki balita, pengumpulan data menggunakan kuesioner sosial ekonomi, timbangan injak (bathroom scale), microtoise, tabel pertumbuhan BB/TB . Populasi dalam penelitian ini adalah 72 orang. Sample yang digunakan sebanyak 60 orang dengan teknik Purposive Sampling. Uji statistik menggunakan Uji Spearman Rank Test . Hasil : p-value 0,835 anatara status gizi dengan pendidikan, p-value 0,368 antara status gizi dengan pekerjaan, p-value 0,009 antara status gizi dengan pendapatan. Dari tiga adanya hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan status gizi adalah pendapatan Analisa : Terdapat hubungan antara pendapatan dengan status gizi pada balita di Dusun Krajan Desa Curah Malang Sumobito. Pembahasan : Status gizi balita dapat dilihat dari status sosial ekonomi kedua orang tuanya. Sosial ekonomi meliputi pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dalam keluarga. Untuk itu diperlukan peningkatan keaktifan ibu balita dalam kegiatan posyandu untuk memantau pertumbuhan, perkembangan serta kesehatan balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci :Pendapatan, Status Gizi, Balita</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5041">
                <text>TITIN ALVI HUSWIDIANTI&#13;
NIM.191401061&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5042">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5043">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1268" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5034">
                <text>HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN SUMENEP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5035">
                <text>Pendahuluan : Diabetes melitus tipe dua merupakan kondisi dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar gula darah yang tinggi dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan kepatuhan minum obat bisa mengendalikan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien DM di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa. Metode : Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan croos sectional, populasi 82 responden, dengan sampel 68 responden, teknik sampling dengan menggunakan purposive sampling, variabel independen kepatuhan minum obat, variabel dependen kadar gula darah pada pasien DM, Uji analisis korelasi spearman rank &amp;lt;0,05. Hasil penelitian menunjukan kepatuhan 70,6% minum obat dan kadar gula darah terkontrol 77,9% pada pasien DM sebanyak 68 responden. Nilai p = 0,000 nilai Alpha : 0,05, dan nilai r = 0,279, artinya ada hubungan dan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kadar gula darah pada pasien DM di puskemas Arjasa Kabupaten Sumenep. Dengan adanya penelitian ini diharapkan keluarga tetap memberikan kepatuhan minum obat dalam bentuk bantuan informasi, perhatian emosional, bantuan instrumental dan bantuan penelitian sehingga tetap merasa diperhatikan oleh keluarga serta rutinmelakukan cek kadar gula darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kepatuhan,DM, Kadar Gula Darah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5036">
                <text>SYAUQI MUHAMMAD BALQIS&#13;
NIM. 191401057&#13;
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5037">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5038">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1267" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5029">
                <text>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENGALAMI STUNTING PADA ANAK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5030">
                <text>Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada stunting dapat timbul dalam keluarga disebabkan karena kurangnya pengetahuan, persepsi, dan perawatan mengenai stunting. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga yang menderita stunting dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada 2 keluarga pada salah satu anggota keluarga menderita stunting dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yang dilakukan selama 6 kali kunjungan dalam 2 minggu pada tanggal 14-20 April 2023. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil yang didapatkan pada keluarga 1 dan 2 pada masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif teratasi. Dari kunjungan yang telah dilakukan oleh peneliti, kunjungan tersebut tercapai dari kunjungan ke 6 baik dari keluarga 1 dan 2. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti sebagai intervensi atau implementasi yaitu edukasi kesehata n “ isi piringku “ yang dapat dilakukan terkait masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Stunting, Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5031">
                <text>FATHUROHMAN&#13;
202202019&#13;
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5032">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5033">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1266" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="2">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="2">
                  <text>Karya Tulis Ilmiah</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5024">
                <text>ASUHAN KEBIDANAN LAPORAN TUGAS AKHIR PADA KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN PERSALINAN DI BPM NUNUK DWI A.Md Keb DI KECAMATAN NGORO KAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5025">
                <text>Ketidaknyamanan yang sering dirasakan oleh ibu hamil trimester III ialah Ketidaknyamanan yang tidak membahayakan kehamilan tetapi dapat menganggu pasien pada malam hari. Sehingga diperlukan asuhan untuk mengurangi sering BAK seperti mengurangi jumlah minum pada malam hari serta untuk Diare bisa mengurangi makanan yang tinggi serat. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi kasus, pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara dengan pasien, keluarga pasien, dan data-data yang didapatkan dari pemeriksaan bidan berupa buku KIA dan Kohort ibu. Pendokumentasian yang digunakan menggunakan 7 langkah varney dan SOAP. Asuhan dilakukan sebanyak 7 kali. Hasil penelitian di dapatkan i b u hamil trimester III usia kehamilan 35 minggu dengan keluhan sering BAK dan hasil pemeriksaan didapatkan DJJ antara 120-160x/menit, kemudian ibu diberikan asuhan mengurangi minum pada malam hari , dan setelah diterapkan oleh pasien selama satu minggu pada kunjungan berikutnya pasien sudah jarang BAK pada malam hari. Pada usia kehamilan 37 minggu pasien mengeluh diare diberikan asuhan untuk menghindari makanan tinggi serat,mencuci tangan sebelum atau sesudah BAB serta membuat larutan gula garam . Pada usia kehamilan 39 minggu pasien mengeluh kenceng-kenceng keluar lendir darah, setelah dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan hasil pembukaan 9 cm, effacement 75%, ketuban pecah, denominator ubun-ubun kecil kiri depan, presentasi belakang kepala, tidak ada penyusupan, kala 1 fase aktif berlangsung selama 1 jam, kala 2 berlangsung selama 5 menit, Bayi lahir langsung menangis, gerak atif, kulit kemerahan, tonus otot baik, plasenta lahir tidak lengkap dilakukan ekspolasi untuk mengeluarkan sisa plasenta yang tertinggal. terdapat robekan derajat 2 dan dilakukan heacting. setelah dilakukan asuhan mulai dari trimester III sampai dengan persalinan pasien dalam keadaan fisiologis dan tidak terjadi komplikasi. Setelah melakukan asuhan kehamilan trimester III sampai dengan persalinan peneliti bisa menambah wawasan dan pengalaman untuk dirinya buat kedepannya. Bagi pasien diharapkan agar dapat menerapkan konseling yang telah diberikan seperti nutrisi untuk ibu bersalin dengan robekan jalan lahir supaya tidak tarak makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Masa Hamil, Bersalin</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5026">
                <text>SHINTA NOVITASARI&#13;
NIM 201503014&#13;
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5027">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5028">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1265" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5019">
                <text>HUBUNGAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN&#13;
GIGI DENGAN STATUS KESEHATAN GIGI PADA SISWA&#13;
SEKOLAH DASAR DI SDN SINE 3</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5020">
                <text>Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh, artinya tubuh yang sehat tidak terlepas dari memiliki gigi dan mulut yang sehat. Oleh karena itu, untuk melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan, pembangunan di bidang kesehatan gigi tidak boleh ditinggalkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dengan status keaehatan gigi pada siswa sekolah dasar di SDN Sine 3 kecamatan Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik stratified random sampling 75 responden seluruh siswa di SDN Sine 3, uji statistik menggunakan analisa Spearman rank. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, menunjukkan bahwa siswa yang memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi baik dan status kesehatan gigi baik sebanyak 75%, sedangkan yang memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi baik tapi status kesehatan gigi buruk adalah sebagian kecil 25% dan yang memiliki pemeliharaan kesehatan gigi kurang baik dan status kesehatan gigi buruk adalah seluruhnya 100%. Dari hasil uji statistik menggunakan analisa Spearman’s rank diketahui nilai rho sebesar 0,879 dengan signifikansi 0,000 dimana nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel perilaku pemeliharaan kesehatan gigi memiliki hubungan korelasi dengan variabel status kesehatan gigi. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi agar status kesehatan gigi semakin baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Perilaku, Pemeliharaan, Kesehatan Gigi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5021">
                <text>RADETYA PRIMA PERDANA&#13;
NIM : 220811013&#13;
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5022">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5023">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1264" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5014">
                <text>HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN&#13;
DEPRESI PASIEN KUSTA DI WILAYAH KERJA&#13;
PUSKESMAS TEGUHAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5015">
                <text>Penyakit kusta menimbulkan masalah yang sangat kompleks dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, psikologis, budaya, keamanan dan ketahanan. Depresi pada pasien kusta yaitu pasien kusta mendapat hinaan secara fisik oleh masyarakat, pasien kusta merasa bahwa dirinya aneh bagi masyarakat, dan adanya stigma yang negatif dari masyarakat keluarga mempunyai peran penting dalam proses pengobatan dan memberikan dorongan baik dari segi fisik maupun segi psikologis untuk pasien. Desain penelitian ini adalah Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan simple random sampling. Populasinya semua penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Teguhan berjumlah 55 orang,dan samplenya berjumlah 48 orang. Variabel independent adalah peran keluarga dan dependent depresi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner peran keluarga dan depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) II.U ji statistik menggunakan rank spearman. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga dengan peran positif ( 77%) dan depresi pada pasien kusta adalah ringan sejumlah 26 responden (54,1%).Uji rank spearman menunjukkan bahwa nilai diperoleh angka signifikan atau nilai probabilitas (0,000) jauh lebih rendah standart signifikan dari 0,05 atau (p &amp;lt; a), maka data Ho ditolak tidak ada hubungan dan H1 diterima yang berarti ada hubungan peran keluarga dengan depresi pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Teguhan. Bentuk peran keluarga terhadap pasien kusta adalah memberikan dorongan baik dari segi fisik maupun segi psikologis untuk pasien yang mengalami tekanan dan dukungan keluarga akan meningkatkan kesejahteraan psikologis karena adanya perhatian dan pengertian yang akan menimbulkan perasaan memiliki, meningkatkan harga diri serta memiliki perasaan positif mengenai diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : peran keluarga,depresi,pasien kusta</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5016">
                <text>ERLI MONALISA PERMATA&#13;
NIM : 220811005&#13;
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5017">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5018">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1263" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5009">
                <text>HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5010">
                <text>Stroke adalah suatu kondisi karena adanya gangguan peredaran darah pada otak yang menyebabkan kematian jaringan otak serta seseorang mengalami kelumpuhan atau kematian. Sebuah tinjauan menemukan bahwa intervensi self- management efektif untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik korelatif yang menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan teknik Quota sampling 28 responden yang merupakan pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, pasien yang memiliki self management kurang berjumlah 24 orang (82,8%). Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup kurang dengan jumlah 25 orang (86,2%). Pasien yang memiliki self management kurang baik dengan kualitas hidup kurang baik sebanyak 24 orang (100%). hasil analisis data pada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke menggunakan uji spearman diperoleh nilai p- value 0,000 &amp;lt; 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Sine. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa self management mempengaruhi kualitas hidup pasien pasca stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Self Management, Kualitas Hidup</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5011">
                <text>TRI ANAYANTI&#13;
NIM : 220811016&#13;
PROGRAM S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5012">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5013">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1262" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5004">
                <text>HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SINE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5005">
                <text>Diare adalah salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian dengan perilaku hidup bersih dan sehat cerminan pola hidup keluarga yang memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga,semua perilaku kesehatan yang di lakukan melalui kesadaran sehingga anggota keluarga dapat mendorong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Sine. Desain penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan kuota sampling populasinya semua ibu yang memiliki balita sejumlah 80 orang dan samplenya sejumlah 80 orang . Variabel independent Perilaku hidup bersih dan sehat, dan dependent kejadian diare. Instrumenpenelitian menggunakan lembar kuesioner PHBS dan diare dengan uji statistik menggunakan Kendall Tau. Hasil menunjukkan bahwa PHBS yang baik sebanyak 48 keluarga (60%) kurang sebanyak 10 keluarga (12,5%) yang tidak terjadi diare sebanyak 44 (55%) dan terjadi diare sebanyak 36 keluarga (45%) Uji Kendall Tau menunjukkan bahwa nilai signifikansi p = 0,005 &amp;lt; a (0,05), sehingga H0 ditolak. Kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dalam pencegahan diare.Kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan setelah buang air besar,setelah membersihkan tinja,sebelum makan atau memberi makan anak dan sebelum menyiapkan makanan seperti botol susu, cara menyimpan makanan serta tempat keluarga membuang tinja anak, jamban sehat menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat dan tidak berbau sehingga tidak mengundang lalat atau serangga dapat menjadi penularan penyakit diare. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat,kejadian diare</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5006">
                <text>RUBI AUNUR RAFI&#13;
NIM : 220811014&#13;
PRODI S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5007">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5008">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1261" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="3">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="3">
                  <text>Skripsi</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="4999">
                <text>PENGARUH PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MILITUS BERBASIS TEORI CARING DI PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN NGAWI TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5000">
                <text>Prevalinsi Penyakit Diabetes Millitus terus meningkat, dimana pasien memiliki risiko tinggi hingga kematian apabila penanganannya kurang optimal. Pemerintah mencanangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang ditujukan pada pasien dengan kasus DM untuk mengatasi kondisinya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh PROLANIS terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien DM berbasis teori caring di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest- posttest). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, rekam medis, dan glucocek easy touch. Penelitian dilakukan tanggal 1-05 Agustus 2023. Hasil yang didapatkan hampir seluruhnya responden (92%) mengalami penurunan gula darah puasa dan sebagian kecil responden (8%) tidak mengalami penurunan gula darah puasa setelah mengikuti prolanis. Analisa data dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasil nilai ρ value = 0,001, dengan nilai ρ value &amp;lt; α (0,05), Terdapat pengaruh signifikan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Millitus teori caring di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Ngawi Tahun 2023. Untuk itu penderita diabetes Millitus disarankan untuk mengikuti kegiatan PROLANIS dengan tujuan agar status kesehatan pasien diabetes millitus dapat terpantau dengan baik, memiliki pola hidup dan pola makan yang lebih terarah yang mana membutuhkan komitmen keberhasilan pengendalian kadar gula darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Caring, Penurunan Gula Darah Puasa , PROLANIS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5001">
                <text>ANJAR HARIYANTO&#13;
NIM : 220811023&#13;
PROGRAM ALIH JENJANG S1 KEPERAWATAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5002">
                <text>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANSTIKES PEMKAB JOMBANG </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5003">
                <text>2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
